Jet Pribadi Gubernur NTT Angkut Jenazah Bupati Marsel dari Kupang ke Ende

Sebut Jet Pribadi Gubernur NTT Angkut Jenazah Bupati Ende Marsel Petu dari Kupang ke Ende

Jet Pribadi Gubernur NTT Angkut Jenazah Bupati Marsel dari Kupang ke Ende
KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE
Jenazah Bupati Ende Marselinus YW Petu diberangkatkan dari Bandara El Tari Kupang menuju Kabupaten Ende, dengan menggunakan pesawat pribadi milik Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Minggu (26/5/2019) 

Jazad Bupati Marsel ujar Sekda Agustinus disemayamkan di rumah jabatan Bupati Ende dan akan dikuburkan di Pekuburan Katolik, Paroki St Yoseph Onekore.

“Rencananya akan dikuburkan pada Selasa (27/5/2019) atau bisa juga Rabu (28/5/2019) tergantung dari situasi dan kondisi yang ada,”kata Sekda Agustinus.

Sebelum dikuburkan jazad almarhum akan dibawa ke Kantor Bupati Ende lalu ke rumah pribadi di Jalan Rambutan Kota Ende dan dibawa ke Gereja Onekore untuk misa arwah lalu dikuburkan di Pekuburan Katolik Paroki Onekore.

Sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum maka seluruh Kabupaten Ende akan dikibarkan bendera setengah tiang selama 2 hari.

Almarhum ujar Agustinus dimata keluarga adalah tipe orang yang senantiasa meyayangi keluarga dan sangat perhatian dengan saudaranya.

“Beliau sebagai anak sulung maka bliau memiliki tanggungjawab yang besar kepada adik-adiknya,”kata Agustinus. Seorang Yang Kreatif

Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Flores (Yapertif), Laurentius Gadi Djou mengatakan bahwa sosok Bupati Ende, Ir. Marsel Petu adalah sosok yang memiliki ide dan kreatif yang luar biasa untuk membangun Kabupaten Ende.

Bukti konkritnya adalah Kabupaten Ende mengalami kemajuan yang cukup siginifikan dalam pembangunan terutama inftrastruktur yang selama ini memang menjadi kendala bagi Kabupaten Ende.

Wagub Nae Soi Ungkap Kekhasan Almarhum Bupati Ende

Selu demikian panggilan Laurentius Gadi Djou untuk Ir. Marsel Petu adalah orang selalu tekun dalam bekerja serta selalu memiliki ide-ide besar untuk pembangunan di Kabupaten Ende.

Kabupaten Ende ujar Laurentius tentu merasa sangat kehilangan sosok Marsel Petu yang selalu mengedepankan persaudaraan dengan sesama warga.

“Beliau adalah sosok pemersatu diantara sesama warga Kabupaten Ende,”kata Laurentius.

Tidak Diskriminasi
Ketua Mumadiah Kabupaten Ende, Drs Iskandar M.Mberu mengatakan bahwa sosok, Ir Marsel Petu adalah seorang pemimpin yang memang benar-benar menjadi pemimpin untuk semua golongan maupun agama.

“Kami rasakan sendiri bliau selau tampil didalam kebersamaan dengan semua pemeluk agama. Tanpa ada diskriminasi. Bliau pemimpin untuk semua masyarakat juga agama,”kata Iskandar Mberu.

Bahkan didalam komposisi pemerintahan meskipun Kabupaten Ende mayoritas Katolik namun bliau memberikan porsi yang proposional untuk mereka yang beragama lain. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghargaan bliau kepada mereka yang beragama lain.

Dalam hal kemasyarakatan juga Bupati Marsel selalu mengedepankan kebersamaan sebagai sesama warga dan selalu memberikan ruang untuk warga dari etnis lain untuk berkreasi dalam membangun Kabupaten Ende.

“Untuk membangun Kabupaten Ende dibutuhkan kebersamaan dan dukungan dari semua pihak dan itu disadari betul oleh sosok Marsel Petu,”kata Iskandar Mberu yang juga adalah mantan Sekda Kabupaten Ende.

Marsel Petu Di Mata Sopir Pribadi
Mikael F.S Donda alias Jhon adalah sopir pribadi Ir Marsel Petu sejak tahun 1990 hingga kini. Di mata Jhon sosok Ir Marsel Petu adalah benar-benar sosok kebapaan dan yang bersangkutan tidak pernah memandang status golongan seseorang.

“Meskipun beliau sudah menjabat sebagai Bupati Ende namun kalau bliau mau rokok bliau minta di saya dan kami sering bagi rokok tidak ada masalah bahkan bliau juga terkadang membakar rokok saya,”kata Jhon.

Jhon mengakui bahwa dirinya memang dipercaya oleh Bupati Marsel Petu yang dibuktikan ketika dia meminta untuk mencari sopir pengganti agar dirinya bisa istirahat namun Bupati Marsel tidak mengijinkan.

“Rupanya beliau tidak percaya orang lain dan hanya saya yang bliau percaya untuk membawa kendaraannya. Baik kendaraan pribadi juga kendaraan dinas,”kata Jhon.

Dalam keseharian ujar Jhon, Bupati Marsel tidak pernah memarahi dirinya dan kalau ada masalah atau persoalan Bupati Marsel menegurnya secara halus agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.

“Selama saya mengikuti beliau sejak tahun 1990 hingga bliau meninggal bliau tidak pernah marah,”kata Jhon.

Kabar kematian Ir Marsel Petu ujar Jhon terasa seperti mimpi saja karena dia tidak menyangka bahwa yang bersangkutan akan meninggal dunia karena memang selama ini tidak menderita sakit yang serius.

“Saya seakan tidak percaya bahwa beliau telah meninggal dunia,”kata Jhon. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jenazah Bupati Ende Diterbangkan dari Kupang dengan Jet Pribadi Gubernur NTT",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved