Pone Florentinus: Pemandu Wisata Budaya Harus Ramah dan Santun

Pone Florentinus menekankan pentingnya pelayanan para pelaku pariwisata dan sikap yang ramah dan santun dalam menyambut tamu atau wisatawan

Pone Florentinus: Pemandu Wisata Budaya Harus Ramah dan Santun
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Bupati Don saat membuka kegiatan pelatihan pemandu wisata budaya di Aula Hotel Stela Sasandi Danga Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Rabu (22/5/2019). 

Pone Florentinus: Pemandu Wisata Budaya Harus Ramah dan Santun

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY - Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do melalui asisten pemerintahan dan Pone Florentinus, menutup dengan resmi kegiatan pelatihan pemandu wisata budaya, program peningkatan sumber daya manusia dan profesionalisme bidang pariwisata, pada dinas pariwisata Kabupaten Nagekeo tahun 2019.

Pone Florentinus menekankan pentingnya pelayanan para pelaku pariwisata dan sikap yang ramah dan santun dalam menyambut tamu atau wisatawan yang datang.

"Keramahan, bukan saja pada tamu-tamu mancanegara, tapi juga pada tamu-tamu lokal nusantara atau domestik," ujar Pone di Mbay, Sabtu (25/5/2019).

Bantu Perekonomian Keluarga, Seorang Guru Kontrak di TTU Menenun

Ia juga menekan soal kebersihan dan kerapihan diri dan lingkungan. Sudah jadi standar pelayanan dasar seperti penyediaan tempat sampah, toilet yang layak, dan menu lokal yang sehat untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.

Ia menerangkan para pemandu lokal adalah para pemilik dan pemangku budaya adat istiadat di kampung tempatnya berdiam.

"Maka, sudah sepantasnya pemandu yang bersangkutan mengenal sungguh, menguasai dengan lebih detail segenap kekayaan sejarah, benda-benda budaya simbol-simbol adat, ritual maupun upacara yang hidup di kampung nya," ujarnya.

Ketua panitia penyelenggara, Silvester Teda Sada, melaporkan bahwa saat ini Nagekeo sudah memiliki 50 orang pemandu wisata budaya bersertifikat pelatihan tingkat dasar, yang berdomisili di kampung adat.

Program Revolusi 5P Disesuaikan Dengan Potensi Ekonomi Lokal di Kabupaten Kupang

"Mereka adalah mitra dinas pariwisata. Bersama para anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia Cabang Nagekeo (DPC HPI Nagekeo) para pemandu ini bisa membantu informasi dan komunikasi dalam kesatuan jejaringan bersama para Travel Agen di manapun mereka berada," jelas sekretaris dinas pariwisata Nagekeo ini.

"ada satu hal yang dimintakan saat itu dari para instruktur dari DMO Flores, yakni para pemandu wisata budaya diharapkan dapat mulai menulis apa yang mereka ketahui tentang warisan budaya mereka baik bendawi maupun nonbendawi; dari tradisi lisan menuju tradisi literer," tambahnya.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved