Mimpi John F Kennedy Mendaratkan Manusia di Bulan dan Narasi Melawan Komunisme

Mimpi John F Kennedy Mendaratkan Manusia di Bulan dan Narasi Melawan Komunisme

Mimpi John F Kennedy Mendaratkan Manusia di Bulan dan Narasi Melawan Komunisme
KOMPAS.com/Wikipedia
Presiden ke-35 Amerika Serikat, John F Kennedy berpidato di hadapan Kongres pada Mei 1961 saat mengajukan rencana misi pendaratan ke Bulan. 

Mimpi John F Kennedy Mendaratkan Manusia di Bulan dan Narasi Melawan Komunisme

POS-KUPANG.COM - "Space race" atau perlombaan dalam penjelajahan antarika merupakan persaingan antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet yang paling menarik untuk diikuti. Ketika Uni Soviet berhasil mengirimkan Yuri Gagarin ke luar angkasa, Amerika Serikat meradang.

Mereka ingin secepat mungkin membalasnya dengan melakukan misi baru. Akhirnya muncul gagasan untuk mendaratkan manusia ke bulan.

Puncak Everest Makan Korban, 10 Pendaki Tewas

Langkah ini terbilang ambisius. Apabila berhasil, maka Amerika Serikat akan satu langkah di depan Uni Soviet.

Untuk merealisasikan itu, akhirnya Presiden AS John F Kennedy atau JFK semakin bersemangat melobi Kongres AS. Narasi bahwa AS sebagai negara pembela kebebasan dalam melawan ideologi komunis Uni Soviet pun disuarakan.

"Daratkan pria di Bulan! Kita membela kebebasan!" Pesan itu terucap dari mulut John F Kennedy di hadapan anggota Konggres pada 25 Mei 1961.

Penyebar Hoaks Ada Brimob dari China Berinisial SDA Minta Maaf Salah Gunakan Medsos

Kennedy ingin, rencana ini segera terealisasi dengan baik. Dilansir dari History, JFK juga mengaitkan perlunya program luar angkasa dalam pertempuran politik dan ekonomi antara demokrasi bebas ala AS melawan komunisme.

Dia mendesak Kongres AS untuk memobilisasi sumber daya keuangan untuk mempercepat laju kemajuan program luar angkasa.

Secara khusus, Kennedy meminta rakyat AS untuk mengeluarkan dana tambahan untuk memenuhi tantangan Rusia dalam misi luar angkasa.

Rencana mendaratkan manusia di Bulan merupakan prioritas bagi kepentingan nasional AS.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved