Menjelang Pilkada Mabar, Piet Jemadu Gunakan Lembaga Survei Untuk Tahu Elektabilitas

dirinya menggunakan lembaga survei untuk mengetahui tingkat elektabilitas atau ketertarikan publik terhadap dirinya.

Menjelang Pilkada Mabar, Piet Jemadu Gunakan Lembaga Survei Untuk Tahu Elektabilitas
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Petrus E Jemadu, SH,M.Hum 

Menjelang Pilkada Mabar, Piet Jemadu Gunakan Lembaga Survei Untuk Tahu Elektabilitas

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Menjelang Pilkada Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) tahun 2020 mendatang, Petrus Elias Jemadu atau lebih akrab disapa Piet Jemadu, menyampaikan bahwa dirinya bersedia menjadi salah satu Bakal Calon (Balon) bupati.

Namun sebelum menyatakan siap secara resmi untuk bertarung di pentas politik itu, dirinya menggunakan lembaga survei untuk mengetahui tingkat elektabilitas atau ketertarikan publik terhadap dirinya.

"Survei akan dilakukan pada Bulan November sampai Desember tahun 2019 ini. Sedangkan Bulan Januari 2020 saya akan mengambil sikap rasional apakah maju atau tidak berdasarkan hasil survei itu," kata Piet kepada POS--KUPANG.COM, Sabtu (25/5/2019).

Uksam Mengaku Kantongi Bukti Rekaman Statment Bupati Sudutkan DPRD, Begini Kisahnya!

Ramalan Zodiak Hari Ini Sabtu 25 Mei 2019, Pisces Pindahkan Gunung, Virgo Reuni, Zodiak Lain?

Survei kata dia harus dilakukan secara obyektif.

"Tim surveinya tidak boleh menggunakan teman-teman atau orang yang kenal baik dengan saya, jangan sampai hasilnya baik semua. Jangan membela yang bayar, dibayar tetapi harus obyektif," kata Piet.

Menurutnya bila hasil survei memungkinkan dirinya untuk maju maka dia akan siap bertarung.

"Kalau hasilnya tidak memungkinkan maka kami akan back up bakal calon yang hasilnya bagus dalam survei kami tetapi calon tersebut juga harus mengakomodir program saya. Demikian juga sebaliknya," kata Piet.
Hasil survei tentang dirinya kata dia harus sudah ada sebelum hari raya natal.

"Survei itu sangat penting. Sehingga jangan sampai kita sudah tahu kalah tetapi masih mau maju. Nanti kalau kalah lempar kesalahan ke orang lain. Kesadaran berdemokrasi harus ditingkatkan. Kalau sudah tahu kalah, jangan maju," kata Piet.

Sebelum survei dilakukan, Piet intens keluar masuk kampung untuk sosialisasi diri.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved