Dikunjungi Konjen, Murid Sekolah di Australia Pamer Kemampuan Berbahasa dan Kesenian Indonesia

Dikunjungi Konjen, Murid Sekolah di Australia Pamer Kemampuan Berbahasa dan Kesenian Indonesia

Dikunjungi Konjen, Murid Sekolah di Australia Pamer Kemampuan Berbahasa dan Kesenian Indonesia
KOMPAS.com/KJRI Sydney
Workshop Angklung oleh seorang pianis WNI, Amos Kurniadi, SD Scotts Head (SHPS) di Scotts Head, New South Wales, Australia. 

Dikunjungi Konjen, Murid Sekolah di Australia Pamer Kemampuan Berbahasa dan Kesenian Indonesia

POS-KUPANG.COM | SYDNEY - Pada Jumat (24/5/2019) yang cerah, SD Scotts Head (SHPS) di Scotts Head, New South Wales, Australia, mendapat kunjungan tak biasa. Mereka kedatangan Heru Hartanto Subolo, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Sydney yang membawahi negara bagian NSW, Queensland, dan Australia Selatan.

Didampingi sang istri, Sinta Subolo, dan tim KJRI Sydney, program "Indonesia Goes to School" dia sebarkan ke sekolah dasar tersebut.

Ismail, Korban Penjarahan 22 Mei: Sejak Jualan Tahun 1975 di Jakarta, Baru Sekarang Ketemu Presiden

Program itu bertujuan untuk mempromosikan Indonesia sekaligus memperkuat koneksi antara sekolah-sekolah di Australia dengan Indonesia.

"Ini upaya bersama mempromosikan pemahaman yang lebih besar mengenai Indonesia serta saling pengertian antara Indonesia dan Australia," katanya dalam siaran pers.

"Dengan demikian, menciptakan dan memperkuat koneksi para murid dan guru dengan Indonesia melalui pengalaman langsung terhadap seni, budaya, dan kuliner Indonesia," ucap Heru.

Kaum Bapak Deklarasi Gemapres dan Gemalagu di Gereja GMIT PNIEL Sikumana

Berdiri 1950, SHPS memulai program dwi Bahasa Indonesia pada 2009 atas dasar keyakinan membangun hubungan yang kuat sekolah dengan mitra dekat Australia seperti Indonesia.

SHPS merupakan satu-satunya SD negeri dwi Bahasa Indonesia di NSW. Saat ini, sekolah itu memiliki sekitar 108 murid dari tingkat TK hingga SD Kelas 6.

SHPS juga baru saja dengan sukses melakukan transisi dari SD ke SMA. Kepala Sekolah Gillian Stuart menyoroti hubungan sejarah yang panjang antara Indonesia dan Australia, sebagai alasan penggunaan Bahasa Indonesia.

"Para pelaut Makassar dengan suku asli Australia hingga dukungan Australia bagi Indonesia pada masa perjuangan kemerdekaan. Kita harus terus memperkuat koneksi dengan Indonesia," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved