Angka Stunting Tinggi di NTT, YPII Gandeng FKM Undana Lakukan Studi

YPII menggandeng Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana melakukan studi guna memecahkan hal ini.

YPII untuk POS KUPANG.COM
Pihak YPII bersama petinggi FKM Undana dan Poltekkes Mataram, NTB berpose bersama, Jumat (24/5/2019) 

 
Angka Stunting Tinggi di NTT, YPII Gandeng FKM Undana Lakukan Studi

POS KUPANG.COM I KUPANG--Yayasan Plan International indonesia (YPII) terus mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam upaya memerangi tingginya angka stunting melalui salah satu proyek, yaitu; Women and Disability Inclusive WASH and Nutrition (Winner) Project.

Terhadap persoalan stunting di NTT, YPII menggandeng Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana melakukan studi guna memecahkan hal ini.

Dalam rilis YPII yang dikirim ke POS KUPANG.COM, Sabtu (25/5/2019) disebutkan, proyek kerjasama dengan perguruan tinggi  ini akan melaksanakan kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Nutrisi melalui pendekatan parenting dengan melibatkan Early Childhood Community Development (ECCD) Center.

Kegiatan workshop penyusunan kerangka Cohort Study antara YPII, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, yang dilaksanakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan Politeknik Kesehatan (Poltekes) NTB, Mataram telah berlangsung beberapa waktu yang lalu.

Sebagai tindaklanjut dari kegiatan tersebut, ketiga belah pihak sepakat untuk membangun komitmen bersama dengan penandatangan “Technical Clearense” yang berlangsung di ruang  Dekan FKM Undana, Jumat (24/5/2019). 

DPRD NTT Dukung Pengadaan Kapal Rumah Sakit Terapung

11 ASN Terlibat Korupsi di Lingkup Pemkab Kupang Diberhentikan Secara Terhormat

Dekan FKM Undana, Dr. Apris A. Adu, S.Pt. M.Kes, usai menandatangani kesepakatan bersama, mengharapkan semoga studi ini berjalan baik dan sesuai dengan hasil yang diharapkan. Studi ini merupakan wujud dukungan kalangan akademis  terhadap pemerintah dalam upaya bersama memerangi tingginya angka stunting.

“Penandatanganan kesepakatan ini bertujuan untuk mengatur hal-hal teknis terkait Cohort Study yang akan dilakukan,” kata James Ballo, Thrive Program Manager YPII, terkait kesepakatan bersama antara YPII, Undana dan Poltekes Mataram.

Lebih lanjut James menjelaskan bahwa study ini akan berfokus pada 100 Ibu Hamil sebagai target yang tersebar di beberapa wilayah project, serta akan berfokus pada 1000 hari pertama kehidupan yang merupakan waktu krusial penanganan stunting.

Pone Florentinus: Pemandu Wisata Budaya Harus Ramah dan Santun

Program Revolusi 5P Disesuaikan Dengan Potensi Ekonomi Lokal di Kabupaten Kupang

Selain itu, riset ini akan melihat dampak dari pendekatan project WINNER melalui STBM dan Pendekatan Sensitive Nutrition pada penurunan angka stunting. Jangka waktu pengambilan data akan dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali dan selanjutnya hasil yang didapatkan akan dilakukan diseminasi kepada stake holder terkait.

Halaman
12
Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved