Pemerintah NTT Perlu Siapkan Wadah Tampung Hasil Tenun Ikat, Ini Kiatnya

Pemerintah NTT perlu menyiapkan wadah untuk dapat menampung hasil kerajinan tangan masyarakat berupa tenun ikat. Wadah itu bisa juga koperasi atau le

Pemerintah NTT Perlu Siapkan Wadah Tampung Hasil Tenun Ikat, Ini Kiatnya
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Anggota DPRD NTT, Wellem Kale 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG - Pemerintah NTT perlu menyiapkan wadah untuk dapat menampung hasil kerajinan tangan masyarakat berupa tenun ikat. Wadah itu bisa juga koperasi atau lembaga usaha bisnis.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD NTT, Welem Kale, Jumat (24/5/2019).
Menurut Welem, pemerintah perlu menyiapkan wadah seperti koperasi agar dapat menampung hasil tenun ikat masyarakat.

Sedangkan terkait terdapat beberapa masyarakat yang menggadaikan sarung adat di pegadaian, ia menjelaskan memang itu haknya masyarakat karena kebutuhan yang mendesak.

Pemain Belakang Macan Kemayoran Persija, Steven Siap Matikan Striker PSIS Semarang Pergerakan Silvio

"Akan tetapi saya sarankan kepada Pemerintah NTT dan juta di kabupaten/kota agar menyiapkan wadah lain seperti koperasi," katanya.

Dijelaskan, lembaga atau seperti koperasi atau badan usaha lain. Dia mencontohkan Art shop-art shop bisa dimanfaatkan untuk menampung tenun ikat masyarakat
"Kemudian bukan saja menyipakan wadah, tapi harus diberi suntikan dana hibah agar daya beli koperasi tersebut dapat terjamin masa depannya," katanya.

Striker Maung Bandung, Artur jadi Senjata Baru Persib Bandung

Namun ,lanjutnya tidak terbatas disitu saja Pemprov NTT harus memberikan batasan -batasan tentang sarung jenis mana yang bisa dibeli oleh lembaga-lembaga itu sehingga tidak semua jenis sarung dapat dijual di koperasi-koperasi itu," ujarnya.

Dikatakan, apabila tidak diatur maka semua kerajinan masyarakat tidak akan mampu deserap oleh koperasi-koperasi, mengingat pasar yang sangat kecil dan insidentil dan dapat berakibat pada kerugian.

"Karena itu, harus dibatasi jenis sarung mana yang bisa dibeli oleh lembaga-lembaga yang disiapkan pemerintah tersebut," ujarnya. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved