KPU NTT Rehabilitasi Anggota KPU Alor, Pelanggaran Kode Etik Pilkada Alor

setelah ada putusan DKPP RI pada 16 Mei 2019, maka ada tujuh hari bagi KPU NTT untuk menindaklanjuti.

KPU NTT Rehabilitasi Anggota KPU Alor, Pelanggaran Kode Etik Pilkada Alor
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Ketua KPU NTT, Thomas Dohu 

3. Merehabilitasi nama baik Teradu IV ,Madriyana Cendana Pong selaku Anggota KPU Kabupaten Alor.

4. Merehabilitasi nama baik Teradu V ,Thomas M Djawa,S.H selaku Ketua merangkap Anggota Bawaslu Provinsi NTT, Teradu VI ,Jemris Fointuna, Teradu VII ,Baharudin Hamzah, Teradu VIII ,Melpi Marpaung, dan Teradu IX ,Noldi Tadu Hungu, masing-masing selaku Anggota Bawaslu Provinsi NTT.

5. Menjatuhkan sanksi Peringatan Keras kepada Teradu X Fransiskus Fanata selaku Kepala Sub Bagian Hukum, Humas, dan Antar Lembaga Bawaslu Provinsi NTT dan mengembalikan yang bersangkutan ke lembaga asal.

6. Memerintahkan Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi NTT untuk melaksanakan putusan ini sepanjang terhadap Teradu I s.d III paling lama 7 hari sejak putusan ini dibacakan.

Ini yang Dilakukan PS Tira Persikabo Pasca Batal Bentrok Maung Bandung Persib

Anda Wajib Paham Tentang Penyakit Herpes dan Cara Mengatasinya

7. Memerintahkan KPU Provinsi NTT untuk melaksanakan putusan ini sepanjang terhadap Teradu IV paling lama 7 hari sejak putusan ini dibacakan

8. Memerintahkan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia untuk melaksanakan putusan ini sepanjang terhadap V sampai dengan teradu IX paling lama 7 hari sejak putusan ini dibacakan

9. Memerintahkan Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi NTT untuk melaksanakan putusan ini sepanjang terhadap Teradu X paling lama 7 hari sejak putusan ini dibacakan.

Memerintahkan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia untuk mengawasi pelaksanaan putusan ini.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved