Sebanyak 3.488 Ekor Sapi Dibantai Di Ende

Sebanyak 3.488 ekor sapi di Kabupaten Ende dibunuh selama tahun 2018. ada yang melalui rumah potong, pengiriman keluar daerah juga pemotongan liar

Sebanyak 3.488 Ekor Sapi Dibantai Di Ende
KOMPAS.com/THINKSTOCKPHOTOS
Ilustrasi sapi 

Sebanyak 3.488 Ekor Sapi Dibantai Di Ende

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE- Sebanyak 3.488 ekor sapi di Kabupaten Ende dibunuh selama tahun 2018.

Sapi sebanyak itu ada yang dibunuh melalui rumah potong hewan (RPH) sebanyak 1.522 ekor dan yang dikirim keluar daerah sebanyak 400 ekor, hewan qurban sebanyak 256 ekor serta yang diluar RPH sebanyak 521 ekor dan diprakirakan diluar RPH namun tidak terdata secara pasti sebanyak 789 ekor.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende, Marianus Alexander mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Kamis (23/5/2019) di Ende.

Tahun Ini Badan Lingkungan Hidup TTU Lakukan Penghijauan di Lahan Kristis

Marianus mengatakan potensi ternak sapi tahun 2018 sebanyak 36.436 ekor yang terdiri dari jantan sebanyak 12.905 ekor dan anak jantan sebnyak 4.264 ekor dan muda jantan sebanyak 4.076 ekor dan dewasa jantan sebanyak 4.565 ekor.

Sedangkan untuk betina sebanyak 23.569 ekor yang terdiri dari anak betina sebanyak 5.137 ekor dan muda betina sebanyak 4.923 ekor dan dewasa betina sebanyak 13.473 ekor.

Sedangkan pengeluaran sapi antar pulau tahun 2018 sebanyak 400 ekor.

Bupati Tahun Kuliahkan Para Kepala Sekolah Terkait Teknis Pembangunan Fisik

Marianus mengatakan upaya khusus pada sub sektor peternakan atau sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab) di Kabupaten Ende telah dilaksanakan pada tahun 2018 yakni melalui inseminasi buatan dari target 400 ekor dan terealisasi 454 ekor dan target bunting sebanyak 280 ekor dan realisasi bunting sebanyak 612 ekor.

Sedangkan target lahur sebanyak 224 ekor dan realiasasi lahir sebanyak 660 ekor yang terdiri dari lahir alam sebanyak 581 ekor dan lahir melalui inseminasi buatan sebanyak 79 ekor. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved