Polisi Kembali Tangkap Bandar Bola Guling di Kupang NTT

Kepolisian Daerah NTT kembali menangkap dua warga Kota Kupang NTT yang terlibat dalam judi bola guling di wilayah

Polisi Kembali Tangkap Bandar Bola Guling di Kupang NTT
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
PS Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTT Kompol Alexander Aplunggi bersama staf Humas Ipda Viktor menunjukkan uang sebagai barang bukti kasus judi bola guling yang dilakukan oleh dua tersangka EAB dan WMW dalam jumpa pers pada Kamis (23/5/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pihak Kepolisian Daerah NTT kembali menangkap dua warga Kota Kupang NTT yang terlibat dalam judi bola guling di wilayah tersebut, Senin (7/5/2019) subuh.

Penangkapan tersebut dilakukan oleh tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTT di salah satu tempat permainan billiard di wilayah Kelurahan  Penkase Oeleta Kecamatan Alak Kota Kupang sekira pukul 01.00 Wita.

PS Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTT Kompol Alexander Aplunggi SH kepada wartawan di Ruang Jumpa Pers Ditreskrimum mengatakan penangkapan tersebut berangkat dari laporan masyarakat dan ditindaklanjuti oleh Unit Lapangan Jatanras yang sedang melakukan kegiatan lapangan.

BREAKING NEWS- Warga  Nangalimang, Sikka-NTT Geger, Konradus Gantung Diri di Rumah

“Penangkapan ini kegiatan unit lapangan Jatanras, jadi atas laporan (masyarakat) maka personil melakukan penangkapan, dan di lokasi didapati dua orang yang bertindak sebagai badar dan konjak,” ungkap Aplunggi.

Intip YUK, Arema FC Melorot Drastis di Klasemen Sementara Liga 1 2019

Kedua warga tersebut, lanjut Aplunggi adalah Efron Alberson Banobe alias Epong alias EAB (34), warga Kelurahan Penkase Oeleta Kecamatan Alak yang bertindak sebagai badar dan Marthen Wadu Mata alias Mae alias MWM (36) warga Batuplat Kecamatan Alak yang bertindak sebagai konjak (pembantu bandar).

Aplunggi menjelaskan, dalam penangkapan tersebut, pihaknya mengamankan dan menyita barang bukti berupa satu meja bola guling warna merah, satu lembar papan layar angka, satu buah bola karet ukuran kecil yang berwarna pink, satu lembar kain pembersih, empat kayu penyangga meja bola guling, satu botol bedak merk Johnsons satu tas warna hitam merk D POLO D+N serta uang sebesar Rp 513.000.

“Pecahan uang tersebut terdiri dari Rp 50.000 sebanyak tiga lembar, Rp 20.000 sebanyak tiga lembar, Rp 10.000 sebanyak 12 lembar, Rp 5.000 sebanyak 26 lembar, Rp. 25.000 sebanyak 25 lembar dan pecahan Rp.1.000 sebanyak tiga lembar,” sambung Aplunggi.

Dari pengakuan para pelaku, ungkap Aplunggi, mereka mengatakan baru bermain sekali judi bola guling tersebut. Namun hal ini masih terus didalami oleh pihak penyidik untuk mencocokan keterangan penyelidikan.

“Mereka mengakunya baru, dalam berita acara pemeriksaan. Namun dari hasil penyelidikan dan jaringan yang dipasang di wilayah kota Kupang kita akan terus dalami lagi,” katanya.

Ini Permintaan Pelatih Macan Kamayoran Persija agar Pemain Lini Tenang vs PSIS Semarang

Untuk proses hukum, kata Aplunggi, berkasnya telah diserahkan ke JPU (tahap I) pada Jumat (17/5/2019) dan saat ini pihak Polda NTT masih menunggu hasil penelitian dari JPU. Sedang kedua tersangka ditahan sejak Selasa (8/5/2019) di ruang tahanan Polres Kupang Kota.

Keduanya disangkakan melanggar pasal 303 ayat (1) ke 1e dan 2e KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Ia juga menghimbau kepada semua komponen masyarakat baik di Kota Kupang maupun Provinsi NTT untuk tidak melakukan atau terlibat dalam tindak perjudian karena itu merupakan bentuk perbuatan melawan hukum.

Kami mengharapkan untuk semua komponen masyarakat kota Kupang, baik pejabat ataupun masyarakat, harapan kami bahwa perjudian adalah perbuatan melawan hukum, endingnya penjara, jadi hindari permainan ini, judi dan kejahatan lainnya,” imbuh Aplunggi. (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved