Pasca Kerusuhan, Polri Akui Ada Satu Korban Tewas akibat Peluru Tajam, Pusdokkes Masih Autopsi

Pasca Kerusuhan, Polri akui ada satu korban tewas akibat Peluru Tajam, Pusdokkes Masih Autopsi

Pasca Kerusuhan, Polri Akui Ada Satu Korban Tewas akibat Peluru Tajam, Pusdokkes Masih Autopsi
KOMPAS.com/Devina Halim
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, saat ditemui di ruangannya, di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019). 

Pasca Kerusuhan, Polri akui ada satu korban tewas akibat Peluru Tajam, Pusdokkes Masih Autopsi

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Polri menuturkan bahwa satu dari korban aksi 22 Mei yang meninggal dunia teridentifikasi diduga terkena peluru tajam.

"Satu di antaranya teridentifikasi terkena peluru tajam," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/5/2019).

Banjir Bandang Terjang Empat Kecamatan di Lebak, 56 Rumah Rusak, Tiga Jembatan Putus

Namun, hingga saat ini, proses autopsi masih dilakukan tim Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri untuk mengetahui penyebab kematian korban lainnya.

Dedi menuturkan, sebagian jenazah berada di Rumah Sakit Bhayangkara milik Polri dan di rumah sakit lainnya.

"Saat ini Pusdokkes masih semaksimal mungkin melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian dari para korban tersebut," ungkapnya.

Aparat Keamanan dari TNI-Polri Terluka Saat Amankan Aksi 22 Mei 2019, Ini Jumlahnya

Di sisi lain, ia mengatakan, aparat kepolisian masih mendalami asal dari peluru tersebut. Apalagi, polisi sebelumnya telah mengamankan tiga senjata api yang disita setelah menangkap enam orang.

Hasil penyelidikan, senjata api itu akan digunakan dalam aksi unjuk rasa 22 Mei. "Tentunya masih didalami lagi beberapa senjata-senjata apakah masih ada di luar atau tiga itu yang berhasil diamankan," ujar Dedi.

Selain itu, Kapolri dan Panglima TNI melarang personel pengamanan demonstrasi hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 menggunakan peluru tajam.

Polisi, kata Dedi, juga telah mengantongi identitas dari keenam korban tersebut. Namun, informasi itu baru akan diungkap bersamaan dengan hasil autopsi.

"Kita tinggu dari tim yang nanti akan menyampaikan secaea ilmiah apa penyebab kematian dari Pusdokkes," katanya. (Kompas.com/Devina Halim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pasca Kerusuhan, Polri Akui Ada Satu Korban Tewas akibat Peluru Tajam",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved