Jimmi Sianto Minta Pemerintah Perhatikan Usaha Tenun Ikat

Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto Minta Pemprov NTT Perhatikan Usaha Tenun Ikat

Jimmi Sianto Minta Pemerintah Perhatikan Usaha Tenun Ikat
ISTIMEWA
Jimmi Sianto 

Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto Minta Pemprov NTT Perhatikan Usaha Tenun Ikat

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemerintah NTT perlu memperhatikan usaha tenun ikat yang digeluti oleh masyarakat NTT. Perhatian lebih pada peningkatan kualitas tenun ikat NTT.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi WB. Sianto,S.E,M.M ,Kamis (23/5/2019).

Menurut Jimmi, potensi tenun ikat di NTT sangat banyak untuk dikembangkan,selain NTT juga kaya dengan berbagai motif masing-masing daerah.

Nam Air Alami Kerusakan, Puluhan Penumpang Tujuan Denpasar Diangkut Pesawat Pengganti

"Karena itu, saya minta pemerintah baik provinsi,kabupaten dan kota agar perhatikan secara serius kelompok-kelompok tenun ijat yang ada di setiap daerah. Di Kota Kupang sendiri kita dengar ada Kampung Tenun Ikat, tapi iti juga belum mendapat perhatian serius," kata Jimmi.

Jimmi yang juga merupakan salah satu pencinta tenun ikat ini menjelaskan, untuk meningkatkan usaha para penenun maka, pemerintah perlu juga melakukan pendampingan-pendampingan.

Tedang Literasi Bikinan Mahasiswa KKN Unipa di Desa Ribang

"Saya lihat masih ada kendala, yakni soal kualitas tenun ikat, seperti masih ada yang luntur dan lain sebagainya. Karena itu,jika pemerintah mau kembangkan tenun ikat, maka yang diperhatikan juga adalah mutu/kualitas tenun ikat" katanya.

Sedangkan soal tenun ikat yang digadai di pegadaian, Jimmi mengatakan, kondisi iru juga merupakan salah satu persoalan, meski dari sisi lain bahwa pegadaian mau menerima barang tersebut sebagai jaminan, sebaliknya masyarakat mendapat dana.

"Tapi ini juga bisa terkesan bahwa pasaran tenun ikat yang belum mampu menerima hasil tenunan masyarakat. Bisa juga karena mutu tenun ikat sehingg kalah bersaing. Karena itu, sekali lagi saya minta ini harus jadi perhatian pemerintah daerah," ujarnya.

Jimmi yang saat ini melakukan tugas kedewanan di Kabupaten Sumba Timur mengakui, bersama beberapa anggota dewan mengunjungi tempat produksi tenun ikat di Sumba Timur dan melihat langsung proses menenun.

"Saya lihat potensi tenun ikat ini punya prospek baik,hanya saja perlu ada perhatian dan pendampingan terus dari pemerintah," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved