Gadai Tenun Ikat Akibat Kesulitan Modal

Salah satu tanda kesulitan ekonomi masyarakat yang melanda semua tingkatan termasuk pemilik kain tenun.

Gadai Tenun Ikat Akibat Kesulitan Modal
Pos Kuang.Com/Oby Lewanmeru
Anggota Komisi V DPRD NTT Yohanes Rumat 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Salah satu tanda kesulitan ekonomi masyarakat yang melanda semua tingkatan termasuk pemilik kain tenun. Selain itu dengan menggadai maka penenun bisa peroleh modal usaha.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD NTT, Yohanes Rumat, S.E, Kamis (23/5/2019). Yohanes diminta tanggapan mengenai adanya penenun yang menggadai hasil tenunan mereka ke pegadaian.

Menurut Yohanes, dengan menggadai,para penenun bisa mengatasi kesulitan modal usaha untuk mengembangkan usaha mereka.

BMKG Selaku Siap Mendukung Ketahanan Pangan di NTT dengan Sekolah Lapang Iklim

"Jadi kalau ada penenun yang gadai tenun ikat berupa sarung atau salempang di pegadaian, itu hanya untuk mengatasi keaulitan modal usaha, selain kesulitan ekonomi," kata Yohanes.

Dijelaskan, dengan kondisi yang terjadi, maka perlu juga ada pengawasan pemerintah di pegadaian sehingga taksasi harga jaminan itu bisa baik.

"Jangan sampai bukan menolong penenun, tapi sebaliknya memberatkan. Harus ada standar taksasi nilai gadai tenun ikat," katanya.

Bupati Ngada: Banyak Program Pemda Ngada Dibawah Paket Mulus yang Masih Berjalan

Politisi PKB NTT ini meminta pegadaian melakukan taksasi nilai jaminan yang pantas dan jangan menguras keuntungan yang terlalu besar dari penenun.

"Kita sangat harapkan di waktu mendatang pendiri dan anggota koperasi bisa merangkul para penenun sehingga hak sebagai anggota koperasi bisa tertolong dengan bunga kecil. Tentu sebagai anggota dia berhak mendapatkan bunga dan keuntungan," katanya.

Yohanes berharap pemerintah bisa memberikan kemudahanpembukaan BUMDES disetiap wilayah desa.

"Dengan demikian para peserta pemilik kain tenun ikat tidak perlu ke pengadaian tetapi hidupkan BUMDES di setiap desa,sehingga muncul kemandirian ekonomi," ujarnya.

Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi WB.Sianto, S.E,M.M meminta pemerintah NTT perlu memperhatikan usaha tenun ikat yang digeluti oleh masyarakat NTT. Perhatian lebih pada peningkatan kualitas tenun ikat NTT.

Menurut Jimmi, potensi tenun ikat di NTT sangat banyak untuk dikembangkan,selain NTT juga kaya dengan berbagai motif masing-masing daerah.

"Karena itu, saya minta pemerintah baik provinsi,kabupaten dan kota agar perhatikan secara serius kelompok-kelompok tenun ijat yang ada di setiap daerah. Di Kota Kupang sendiri kita dengar ada Kampung Tenun Ikat, tapi iti juga belum mendapat perhatian serius," kata Jimmi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved