Di Kabupaten Nagekeo-NTT, 50 Orang Pemandu Wisata Budaya Ikut Pelatihan

50 orang pemandu wisata budaya mengikuti pelatihan tingkat Kabupaten Nagekeo.

Di Kabupaten Nagekeo-NTT, 50 Orang Pemandu Wisata Budaya Ikut Pelatihan
Pos Kupang.com/Gordi Donafan
Bupati Don saat membuka kegiatan pelatihan pemandu wisata budaya di Aula Hotel Stela Sasandi Danga Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Rabu (22/5/2019). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Sebanyak 50 orang pemandu wisata budaya mengikuti pelatihan tingkat Kabupaten Nagekeo.

Kegiatan pelatihan dilaksanakam oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Nagekeo.

Kegiatan pelatihan digelar di Aula Hotel Stella Sasandi -Danga Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Rabu (22/5/2019) hingga Jumat (24/5/2019).

Sekretaris Dispar Nagekeo sekaligus ketua panitia pelaksana kegiatan, Silvester Teda, kepada POS KUPANG.COM, menyebutkan, peserta berjumlah 50 orang dari 21 Kampung Adat di Nagekeo.

Ketua DPC PDIP Manggarai Barat Raih Kursi Wakil Ketua DPRD

"Peserya ada 50 orang dari 21 kampung adat. Pelatihan mulai 22 Mei sampai 24 Mei. Hari kedua, praktek lapangan. Dibagi dua kelompok. Di kampung Tutu Bhada, dan di Kampung Nggolonio," ujar Silvester.

Sebelumnya, Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, saat membuka kegiatan tersebut menyebutkan, di Nagekeo ada 23 Kampung Adat.

Para pemandu harus bisa menyusun cerita-cerita dan dituliskan atau dinarasikan.

"Harus menyusun kembali soal cerita. Story lisan disusun dalam bentuk tulisan yang menghasilkan cerita yang sama sampai pada anak cucu," ujar Bupati Don.

Bupati Don mengharapkan para pemandu yang dilatih tersebut harus bisa menunjukan keterampilannya nanti saat Festival Literasi Nagekeo bulan Agustus 2019.

"Harapannya bahwa latihan saat ini akan diwujudkan pada bulan Agustus dengan kegiatan festival literasi. Kalau bisa dapat menghasilkan buku. Dalam bahasa adat, Indonesia dan Bahasa Inggris yang pada gilirannya akan dimanfaatkan pada pendidikan Muatan Lokal (Mulok) di sekolah-sekolah," ujarnya.

"Dengan wisata dapat menghantar desa dalam perubahan. Masyarakat diajak untuk hidup bersih dan menarik dalam kehidupan modern," tambahnya.

Ia mengingatkan dalam proses pengembangan kerajinan turut melibatkan anak-anak usia muda.

Ia menegaskan pelatihan ini dapat meransang orang muda untuk kembali ke desa menggiat dan memasarkan produk-produk unggulan dengan berbagai cara yang menrik demi perubahan ekonomi masyarakat Nagekeo. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved