Camat Keluhkan Kinerja Tim Asistensi Kabupaten ke Bupati Tahun

Para camat Keluhkan Kinerja Tim Asistensi Kabupaten ke Bupati TTS, Egusem Piether Tahun

Camat Keluhkan Kinerja Tim Asistensi Kabupaten ke Bupati Tahun
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Bupati TTS, Egusem Piether Tahun 

Para camat Keluhkan Kinerja Tim Asistensi Kabupaten ke Bupati TTS, Egusem Piether Tahun

POS-KUPANG.COM | SOE - Para camat di Kabupaten TTS mengeluhkan kinerja tim asistensi Kabupaten di BPMD terkait proses asisten RAB dan Perencanaan program desa guna melengkapi persyaratan pencairan dana desa tahap I.

Pasalnya, menurut para camat, usai diperbaiki RABnya, saat dimasukan kembali ke tim asistensi ternyata masih ada lagi yang salah sehingga harus bolak-balik memperbaiki Rabnya. Hal ini membuat proses asistensi berjalan lambat.

Tiga Peringatan Dini di NTT Hari Ini, Mulai Potensi Angin Kencang Hingga Kebakaran Hutan di Sumba

"Saya dapat keluhan tentang kinerja tim asistensi dari para camat. Katanya, usai diperbaiki Rabnya sesuai petunjuk tim asistensi, saat dikembalikan timbul lagi kesalahan sehingga harus bolak-balik. Hal inilah yang membuat proses asistensi berjalan lambat," ungkap Bupati TTS, Egusem Piether Tahun.

Bupati Tahun langsung memerintahkan Sekda TTS untuk melakukan evaluasi terkait proses asistensi, mulai dari tingkat kecamatan hingga Kabupaten untuk melihat hambatannya ada di mana. Jika hambatannya ada tim asistensi Kabupaten, maka dirinya tak enggan untuk mencopot tim asistensi Kabupaten.

Polisi Kantongi Rekaman Pertemuan Rancang Kerusuhan, Termasuk Penyerangan Asrama Polisi Petamburan

"Kalau hambatannya ada di tim asistensi Kabupaten saya perintahkan copot mereka. Nanti kita gunakan tim ahli dari Dinas PU dan PRKP. Bila perlu saya juga turun tangan langsung," tegas Bupati Tahun.

Hingga saat ini lanjutnya, dari 266 desa di Kabupaten TTS, ternyata baru 14 desa yang mengantongi SP2D atau hanya sekitar 5 persen.
Hal ini membuktikan jika proses pencairan dana desa tahap I sangat lambat. Oleh sebab itu, dirinya meminta agar proses pelengkap administrasi guna pencairan dana desa segera dipercepat.

Dirinya meminta agar menambah tenaga posting di BPMD. Pasalnya batas waktu akhir pencairan dana desa tahap 1 hanya menyisakan tak sampai sebulan lagi.

" Kalau tim asistensi dan tengah posting kurang segera tambah. Kita bekerja berpacu dengan waktu. Batas akhir pencairan dana desa tahap 1 hanya sampai 21 Juni. Kalau lewat maka ditarik pusat. Kalau sampai itu terjadi, saya akan ambil sikap tegas," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved