BREAKING NEWS: Kenalan di Facebook, Siswi SMA Kupang Dicabuli Empat Kali di Tengah Hutan

Breaking news: kenalan di facebook, Siswi SMA di Kota Kupang Dicabuli Empat Kali di Hutan

BREAKING NEWS: Kenalan di Facebook, Siswi SMA Kupang Dicabuli Empat Kali di Tengah Hutan
POS-KUPANG.COM/Ryan Nong
Kanit PPA Polresta Kupang Kota, Bripka Bregitha N. Usfinit SH di ruang kerjanya pada Rabu (16/5/2018. 

Menurut keterangan korban, keduanya merupakan pasangan kekasih. Akibat perbuatan pelaku, korban JS hamil dan telah melahirkan anaknya.

Kasus tersebut sementara didalami oleh penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Kupang Kota. Pasalnya, korban juga mengaku telah 'dijual' oleh pelaku untuk melayani pria lain untuk mendapatkan sejumlah uang.

Sementara itu, pelaku usai dibekuk dan diambil keterangannya mengaku, saat menjalin hubungan pacaran, korban JS yang meminta dirinya untuk diperkenalkan dengan pria lain dan berhubungan badan untuk mendapatkan sejumlah uang.

"Kalau laporan awal itu pencabulan setubuh. Hanya kami masih pengembangan karena menurut korban, pacarnya jual kepada orang lain. Hanya dari hasil pemeriksaan pelaku, pacarnya (korban) yang minta dia (pelaku) untuk cari laki-laki lain karena dia lagi butuh uang." paparnya.

Saat diperiksa, pelaku mengakui telah melakukan hubungan badan dengan korban. Namun, tidak memastikan bahwa anak yang telah dilahirkan itu adalah darah dagingnya.

"Dia (pelaku) mengakui pencabulan persetubuhan yang dilakukannya. Namun tidak memastikan anak yang dikandung korban karena selain dirinya, pelaku mengaku ada laki-laki yang berhubungan badan dengan korban," ungkapnya.

Namun, korban mengaku telah mengandung anak dari pelaku saat berpacaran.

Selain itu, diketahui pelaku saat ini juga telah memiliki istri dan anak.

Pelaku saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencabulan dan ditahan di Mapolres Kupang Kota.

"Kami masih mendalami kasus ini, apakah ini cuma kasus cabul setubuh atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kami belum bisa pastikan, dalam proses penyidikan nanti akan dibuktikan," ujarnya.

"Kemarin kan baru periksa pelaku, nanti kan ada saksi-saksi yang dihadirkan oleh pelaku juga. Semua keterangan saksi dan korban akan kami gelarkan," tambahnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Berdalih Buang Nasib Sial Dukun Palsu di Garut Cabuli 20 Anak di Bawah Umur, Ini Akibatnya

POS-KUPANG.COM | GARUT - Sebanyak 20 orang gadis di bawah umur diduga jadi korban aksi cabul dari RGS (26) yang mengaku sebagai dukun. Perbuatan RGS terungkap setelah orangtua salah satu korban melaporkan aksinya pada apara kepolisian.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna dalam jumpa pers yang digelar di Mapolres Garut, Rabu (15/5/2019) menyampaikan, pelaku memperdaya korban dengan aksi dukun-dukunan.

Para korban disebut akan mengalami nasib buruk hingga pelaku menawarkan solusinya yaitu dengan cara mulai dari berhubungan badan hingga hanya disentuh pelaku.

"Ada dua ritual yang ditawarkan yang disebut pelaku yaitu kias dan pangsal, ritual ini disebutnya untuk menghindari nasib sial," kata Budi.

Budi memastikan, pelaku bukanlah seorang dukun, apalagi seorang guru mengaji. Sehari-harinya, bujangan tersebut bekerja serabutan di kampungnya.

RGS, sang pelaku, saat ditanya wartawan mengakui ada 20 korban gadis dibawah umur yang telah diperdayanya. Dari jumlah tersebut, delapan diantaranya diajak berhubungan badan.

RGS mengaku, selain anak-anak perempuan di kampungnya, dirinya juga mencari korban lewat media sosial Facebook, dengan cara menjadi teman curhat. Aksi ini, menurut RGS telah dilakukannya selama kurang lebih satu tahun.

Dirinya, melakukan ritual palsu kepada para korban mulai di rumahnya hingga tempat-tempat lainnya.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, Diah Kurniasari yang hadir dalam jumpa pers menyampaikan, pihaknya akan memberikan pendampingan kepada para korban dan keluarganya. Pendampingan diberikan sementara proses hukum terhadap pelaku akan dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Seperti biasa kita siapkan tim psikolog, karena jumlah korbannya banyak dan orangtuanya juga perlu dampingan, mereka pasti juga tertekan dengan masalah anaknya," katanya.

Diah menyesali apa yang menimpa para korban diusianya yang masih muda. (Kompas.com/Ari Maulana Karang)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved