Keluarga Ahli Waris Tantang Pemkot Buktikan Penyerobotan Lahan Alun ALun Kota Kupang

Pemerintah Kota Kupang melaporkan pihak Hasmin Arkiang cs ke Polsek Kelapa Lima Polres Kupang Kota atas dugaan penyerobotan tanah

Keluarga Ahli Waris Tantang Pemkot Buktikan Penyerobotan Lahan Alun ALun Kota Kupang
POS KUPANG/RYAN NONG
Lokasi Lapangan Bakal Alun Alun Kota Kupang di depan Polsek Kelapa Lima Kecamatan Oebobo Kota Kupang. 

Terkait pendaftaran, ia mengatakan bahwa bukti pendaftarannya lengkap, baik itu ditunjukkan dengan surat Swapraja maupun surat Landreform yang dikeluarkan dan itu dimiliki oleh pihak keluarga ahli waris.

Sedangkan, pihak pemerintah sampai saat ini tidak bisa menunjukkan bukti kepada mereka terkait penetapan lokasi milik keluarga tersebut sebagai asset daerah.

“Kami ini punya bukti lengkap, kalau Pemda (sekarang Pemkot) ini kan cuma ngomong, saya sudah ulang-ulang ketemu mereka tapi hanya bilang asset daerah-aset daerah saja, saya minta bukti sampai hari ini tidak ada, mereka katanya asset kabupaten dihibah ke kota, minta surat hibahya saja sampai hari ini tidak ada,” ungkap Hasmin.

Ia bahkan menuding selam ini pihak Pemerintah Kota Kupang hanya menebar kebohongan dan bersandar pada klaim sepihak tanpa didukung oleh bukti.

“Jadi selama ini mereka (Pemkot) berbohong kepada kami, hanya klaim saja tanah pemda tetapi tidak ada. Mereka bilang hibah, kita minta surat hibanya, tidak ada. Mereka bilang asset Pemda, kita minta surat, bukti, kalau benar Pemda punya bukti kami akan serahkan, tapi sampai hari ini tidak ada juga,” tegas Hasmin.

Pihak keluarga, lanjut Hasmin memang tidak menampik perintah Undang Undang yang mengatakan bahwa luas tanah diatas 21 hektar harus diserahkan kepada Negara dan dibagikan kepada rakyat dengan gantirugi.

Namun lanjutnya, perintah undang undang ini pun tidak diindahkan oleh pemerintah.

Gunakan Cara Ini Agar Dispenser Tak Jadi Sarang Bakteri

Live Streaming Kondisi Terkini Aksi Massa di Petamburan Tanah Abang dan Upaya Polisi Meredamnya

“Jadi dalam Undang-Undang (UU) itu mengatakan bahwa 21 hektar untuk ahli waris keluarga Tomboy, itupun sampai hari ini Pemda belum tunjuk. Kedua, sisanya itu ganti rugi, Negara ganti rugi kepada ahli waris, sampai hari ini Pemda belum pernah ganti rugi sehingga itu masuk tanah adat, karena itu adalah bekas tanaha adat, Pemda memiliki(nya) kalau sudah gati rugi, nah ini belum ganti rugi bagaimana mau itu (klaim) aseet Pemda?,” kata Hasmin.

Saat dua kali rapat antara pihak keluarga Tomboy dengan Pemerintah Kota Kupang, tidak bisa dibuktikan oleh pihak Pemkot mengenai lokasi tersebut.

“Pemda tidak bisa membuktikan bagaimana bilang kita menyerobot, suda dua kali rapat dengan Pol PP, tidak pernah membuktikan di lokasi sampai hari ini, mereka minta kami menghadap kami minta buat surat undangan sampai sekarang tidak ada,” katanya.

Halaman
123
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved