Intip YUK Peringatan Walikota Kupang- Pekerjakan PTT Tanpa SK Tidak Boleh

Walikota Kupang Jefri Riwu Kore menegaskan seharusnya tidak boleh mempekerjakan Pegawai Tidak Tetap (PTT) tanpa SK.

Intip YUK Peringatan Walikota Kupang- Pekerjakan PTT Tanpa SK Tidak Boleh
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Walikota Kupang Jefri Riwu Kore di ruang kerjanya, Rabu (22/5/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Walikota Kupang Jefri Riwu Kore menegaskan seharusnya tidak boleh mempekerjakan Pegawai Tidak Tetap (PTT) tanpa SK.

Hal itu dikatakan Jefri, Rabu (22/5/2019) di ruang kerjanya kepada POS-KUPANG.COM menanggapi pertanyaan wartawan terkait PTT di Dukcapil Kota Kupang yang kembali dipekerjakan tanpa SK.

Namun, kata Jefri, nama-nama PTT yang kembali dipekerjakan oleh OPD terkait masuk dalam rekomendasi untuk perpanjangan kontrak kerja dan dibuatkan SK.

Liga 1 Musim 2019- Putra NTT Yabes Roni Bawa Bali United Menang atas Bhayangkara FC usim 2019

"Nama-nama PTT yang kembali dipekerjakan sebagaimana yang diusulkan oleh OPD terkait. Dan aturan memang begitu, kita bukan pecat mereka, ada yang langsung kita perpanjangan kontrak kerja, kita bikin SK dan yang lain tidak otamatis, tergantung dari rekomendasi OPD-OPD," ungkapnya.

Jefri menjelaskan, sudah ada sekitar 100 nama PTT yang direkomenadasikan oleh sejumlah OPD untuk diperpanjang kontrak kerja per 1 Juni 2019.

Intip YUK, Persebaya Gagal Meraih Poin Penuh Pasca Ditahan Imbang Kalteng Putra di Surabaya

Semwntara itu, lanjutnya, untuk PTT yang sudah diperpanjang kontrak kerja, secara kolektif sudah ada SK.

Sebelumnya, terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Dukcapil Kota Kupang, Drs. Agus Ririmasse, M.Si kepada POS-KUPANG.COM, di Kantor Walikota Kupang, Rabu (22/5/2019) mengatakan ada 16 kembali bekerja di Dukcapil.

Madura United Didepak Bali United dari Posisi Puncak, Intip YUk Klasemen Sementara Liga 1 2019

Namun mereka bekerja tanpa SK, pasca diputus kontrak kerjanya oleh Pemerintah Kota Kupang per 1 Mei 2019 bersama 353 PTT lainnya dari sejumlah OPD Lingkup Pemkot Kupang.

Atmosfir Suporter Bobotoh Persib Bandung Bikin Penyerang Rene Mihelic Rasakan Seperti di Eropa

Ia menjelaskan, ada 18 PTT di Dukcapil yang diputus kontrak oleh Pemerintah Kota Kupang per 1 Mei 2019, namun yang kembali dipekerjakan oleh Dukcapil sebanyak 16 orang.

Lanjutnya, 16 PTT tersebut merupakan tenaga teknis yang sangat dibutuhkan yaitu sebagai operator Kartu Keluarga (KK) KTP dan Akte Kelahiran. "Kalau tidak ada mereka di Dukcapil maka pelayanan di Dukcapil lumpuh. Jadi kita pekerjakan kembali," ungkapnya.

Striker Artur Dipanggil Pulang Timnas, Maung Bandung Persib Hadapi Lawan Arema dan Tira Persikabo

Ia mengakui belum ada Surat Keputusan (SK) untuk ke 16 PTT tersebut. "Mereka belum ada SK, tapi mau bagaimana, tenaga mereka di Dukcapil dibutuhkan," tegasnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil tatap muka Walikota Kupang dengan PPT dan OPD terkait, Walikota meminta OPD mengusulkan nama-nama yang hendak direkrut kembali atau diperpanjang kontraknya.

"Yah kita sudah usulkan, sesuai dengan kebutuhan kita dan PTT juga mendengar apa yang disampaikan Walikota bahwa mereka akan dipanggil kembali, semua itu tenaga penting," tegasnya.]

Intip YUK Detail Permintaan Gaji Menyebabkan Adrien Rabiot Gagal ke Barcelona

Ia menegaskan, hal itu dilakukan untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat. "Kalau kita tidak ambil langkah itu, mempekerjakan kembali PTT maka dampaknya pelayanan macet, yang jadi sorotan tentu saya sebagai Kadis, Pemerintah Kota Kupang, Walikota tentunya," ungkapnya. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved