Gubernur NTT: Tugas Kearsipan dan Perpustakaan Dipandang Sebelah Mata

Gubernur NTT, Viktor Laikodat menegaskan, masih banyak orang yang memandang sebelah mata tugas yang diemban pengelola perpustakaan dan arsip.

Gubernur NTT: Tugas  Kearsipan dan  Perpustakaan Dipandang Sebelah Mata
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat 

Gubernur NTT: Tugas  Kearsipan dan  Perpustakaan Dipandang Sebelah Mata

Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM, | MAUMERE- Gubernur  NTT,  Viktor  Laikodat menegaskan, masih  banyak  orang yang memandang  sebelah mata tugas yang diemban  pengelola perpustakaan dan  arsip. 

Padahal tugas yang diemban sangat mulia   sebagai bukti, ketika    arsip hilang maka  negara  pun  hilang, peradaban suatu  bangsa juga  hilang.  Demikian  juga ketika   tidak ada perpustakaan  kita akan menghadapi generasi muda  yang terbelakang pendidikan  dan ketrampilannya.

Penegasan itu disampaikan  Viktor Laiskodat dalam sambutan  tertulis disampaikan Wakil  Bupati   Sikka, Romanus  Woga,   dalam  Temu  Konsultasi Kearsipan tingkat Propinsi NTT di  Hotel Sylvia  Maumere, Pulau Flores,  Rabu  (22/5/2019). 

Diancam Akan Dibunuh, Mahasiswi di TTU Ini Adukan Supir Angkot ke Polisi

Pertemuan menghadirkan  narsumber Kepala Dinas   Kearsipan dan   Perpustakaan Propinsi NTT, Ir.Stefanus Ratoe   Udjoe, MT  dan  Sekretaris  Utama Arsip  Nasional  RI,   Drs.Sumrahyadi.

Viktor Laiskodat, memotivasi  pimpinan  lembaga kearsipan   dan perpusatakaan  di daerah  lebih bertanggungjwab dan optimal menyelenggarakan  pengelolaan  kerasipan dan  penyelamatan kearsipan  bagi kepentingan   kehidupan  bermasyarakat, berbangsa dan bernegara mewujudkan  pemerintah yang baik.

“Banyak  masalah yang terjadi karena ketiadaan kearsipan dan perpustakaan. Kondisi  ini   akan menjadi tantangan   kerja kita menyelenggarakan kearsipan di  daerah,”  kata  Viktor Laiskodat.

PT. Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang Bagi Sembako untuk Anak Panti Asuhan

Dikatakanya, lembaga kearsipan dan perpustakaan punya tanggungjawab besar  menyadarkan  masyarakat supaya  tahu  pentingnya literarsi kepada seluruh masyarakat. Dengan  literasi akan   terwujud  pola pikir dan perilaku  yang mendukung kearsipan dan perpustakaan  di  daerah.

“Banyak masalah    terjadi di perpustakaan dan kearsipan di  daerah. Ada   banyak arsip   penting atau   vital tidak terawat dan  hilang,” tandas  Viktor Laiskodat.

Ia  mengatakan,  kondisi ini bisa  berakibat hukum dalam pelaksanaan  tugas kedinasan. Demikian  juga aspek perpustakaan,  perangkat  daerah punya   peran pokok memberikan  literasi kepada masyarakat. Namun perangkat   daerah belum   dapat melakukanya, karena perangkat  daerah dan SDM dalam perencanaan pembangunan.

11 Tanda Orang dengan EQ Lemah, Cek Sifat Kamu!

Viktor  Laiskodat   minta perpustakaan masuk dalam  pariwisata.  Setiap  destinasi pariwisata    menyedikan sarana  atau prasarana   bagi perpusatakaan, sehingga  dapat mengimplementasikan tugas pokoknya dalam penyelenggaraan   perpustakaan dan kerasipan  di  NTT. (*)

 


Penulis: Eugenius Moa
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved