Bawang Merah Bantuan Banyak yang Rusak

Bawang merah bantuan Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, telah diterima masyarakat. Ini kondisinya

Penulis: Frans Krowin | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ FRANS KROWIN
Beberapa karung merah berisi benih bawang merah yang rusak 

Bawang Merah Bantuan Banyak yang Rusak

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Frans Krowin

PO-KUPANG.COM | LEWOLEBA- Bawang merah bantuan Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, telah diterima masyarakat. Namun benih bawang merah itu banyak yang rusak.

Hal itu diungkapkan Hasannudin Abidin, salah seorang petani hortikultura di Lewoleba, ketika ditemui Pos Kupang.Com di lahan garapannya, Rabu (22/5/2019). Saat ditemui, Hasanudin sedang memupuki bawang merah yang dikembangkannya.

Dia menuturkan, beberapa waktu lalu, ia dan petani bawang lainnya, menerima bantuan bawang merah dari pemerintah. Bantuan yang diberikan itu bervariasi sesuai luasnya lahan yang digarap petani. Sementara dirinya mendapatkan bantuan sebanyak 300 kg.

Jefri Riwu Kore Berupaya Minta Aset Pemkab Kupang Dikelola Pemkot Kupang

Setelah bantuan diterima, tuturnya, ia lantas memilahkan benih yang baik untuk ditanam dan membuang benih yang sudah rusak. Setelah proses seleksi selesai dilakukan, ternyata benih yang rusak itu cukup banyak, lebih dari 100 kg.

"Dari 300 kg benih bawang merah bantuan yang diberikan kepada kami, yang rusak itu lebih dari 100 kg (sekitar 130 kg). Sedangkan benih yang baik dan ditanam, volumenya sedikit lebih banyak," ungkap Hasanudin.

Terhadap masalah itu, lanjut Hasanudin, ia sudah menyampaikannya kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan telah pula mendapatkan jalan keluar. Solusinya, adalah benih yang rusak itu diganti dengan benih yang baru. Benih baru itu pun sudah ditanam seluruhnya.

Meski Beda Keyakinan Selama Menikah 16 Tahun, Nia Zulkarnaen & Ari Tetap Mesra Buka Puasa

Saat ini, lanjut dia, benih bawan merah tersebut, sudah tumbuh dan berusia 35 hari. Dengan demikian, pada usia 70 hari nanti, dirinya sudah bisa memanen hasil. Hanya saja ia belum bisa memprediksi berapa ton bawang yang dipanennya nanti.

Hasanudin juga mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata, tidak hanya memberi bantuan bawang merah saja, tetapi juga pupuk. Sedangkan pestisida, dibeli sendiri oleh petani.

Tentang hasil panen komoditi tersebut, Hasanudin mengatakan, dibagi dua, yakni 50 persen dikembalikan kepada pemerintah dan sisanya untuk dirinya. Lantaran lahan yang dikelolanya adalah lahan garapan, maka jatah panenan untuk dirinya juga dibagi lagi dengan pemilik tanah.

Anak Panti Asuhan St.Aloysius Hibur Buka Puasa di Maumere

"Untuk hasil panen itu, jatah saya punya, saya bagi lagi dengan pemilik tanah. Jadi pola bagi hasilnya seperti itu. Saya juga senang dengan Pemerintah Kabupaten Lembata karena
selalu memberi perhatian dengan mengulurkan bantuan kepada kami petani," ujar Hasanudin.

Ia menyebutkan, ia bersama keluarga belum lama tinggal di Lewoleba. Kira-kita tiga tahun terakhir. Agar bisa menyambung hidup, dirinya menggarap lahan milik warga. Untuk pekerjaan itu, ia membeli sebuah hand tracktor dan membuat sumur bor dengan kedalaman 16 meter.

"Saya menggarap lahan ini dengan pola bagi hasil. Jadi hasil garapannya saya bagi dua dengan pemilik lahan. Kesepakatannya seperti itu sehingga itu yang kami lakukan selama ini," ujar Hasanudin.

Selama ini, lanjut dia, di atas lahan tersebut ditanami aneka jenis sayur-sayuran, seperti kangkung, sayur putih, terung, tomat, cabai, juga jagung. Semua jenis tanaman itu laku diserap pasar. (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved