55 BUMDes di NTT Bisa Ekspor Produk Unggulan

Sebanyak 55 desa di Nusa Tenggara Timur yang sudah memiliki BUMDes bisa melakukan ekspor terhadap produk unggulannya

55 BUMDes di NTT Bisa Ekspor Produk Unggulan
Pos Kupang. Com/Yen
SOSIALISASI PENGUATAN -- sosialisasi Penguatan BUMdes Provinsi NTT, di Aula Kantor Gubernur NTT, Senin (20/5/2019). 

POS-KUPANG.COM |KUPANG - Dari 3.026 desa di Provinsi NTT dan telah terbentuk 978 Badan Usaha Miliki Desa (BUMdes) dengan 781 unit statusnya aktif dan total penyertaan modal sebesar Rp 118 miliar.

Modal tersebut berasal dari Alokasi Dana Desa dan dari jumlah tersebut 55 Desa telah memiliki produk unggulan dan dapat melakukan ekspor.

Kepala OJK NTT, Robert Sianipar pada Sosialisasi Penguatan BUMdes Provinsi NTT, di Aula Kantor Gubernur NTT, Senin (20/5/2019) mengatakan, saat ini 1.041 desa telah memiliki produk unggulan
Ia menyampaikan aktivitas ekonomi BUMdes yang dilakukan meliputi pengelolaan air bersih, pengembangan ternak, produksi meubel, pariwisata, pakan ternak dan usaha lainnya.

Namun, dari seluruh potensi usaha yang ada masih terdapat hambatan dalam pengembangan BUMDes, seperti masih rendahnya kesadaran masyarakat, mengenai pentingnya BUMDes bagi pengembangan desa, terbatasnya kemampuan SDM dalam mengelola BUMdes, tata kelola keuangan yang belum baik dan belum optimalnya pendampingan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten.

Telkomsel Beri Hadiah BMW Bagi Pelanggan

Promo Ramadan Kareem Sotis Hanya Rp 75.000

"OJK merasa perlu mendorong sektor jasa keuangan untuk turut berkontribusi dalam menciptakan kemandirian desa. Kami pahami saat ini akses pelayanan atau produk keuangan di perdesaan juga masih relatif terbatas. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengembangkan suatu platform baru yang mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru di desa sehingga mendorong demand for credit demand for lending serta produk atau layanan keuangan lainnya," tuturnya.

Ia menjelaskan digitalisasi BUMdes atau BUMAdes melalui pengembangan platform e-commerce desa yaitu BUMDesa online ini dimaksudkan untuk memperluas akses marketing bagi produk perdesaan.
"Salah satu e-commerce yang kami undang hari ini yaitu Panada.id. Terima kasih atas kesediaannya," tuturnya.

Realisasi Penukaran Uang di NTT Rp 3,5 Miliar

Ini Nama 84 Desa Yang Akan Dilistriki PLN Tahun 2019

Ia mengatakan, penguatan BUMdes melalui fasilitasi pendirian BUMDes Center oleh OJK merupakan salah satu kebijakan OJK dalam bentuk mendorong sinergi antara kementerian dan lembaga terkait yang tidak semata penyesuaian ketentuan saja.

Ia berharap BUMdes di provinsi NTT dapat bertransformasi menjadi BUMDes Center dan memberikan pelayanan yang lebih prima kepada masyarakat desa. Terus-menerus meningkatkan skala ekonomi usahanya, sehingga mampu memenuhi kebutuhan dan volume transaksi pasar yang lebih besar.
BUMDes merupakan lembaga yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa dan keberadaan BUMdes sangat strategis dalam percepatan pembangunan ekonomi masyarakat desa.

"Oleh karena itu pemerintah terus berupaya untuk mendorong semua desa di NTT untuk memiliki BUMdes dalam menunjang pembangunan desa," ujarnya
Dorong Semua Desa Miliki BUMDes

Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Semuel Rebo, mengatakan pendirian BUMdes dimaksudkan untuk menampung seluruh kegiatan di bidang ekonomi dan atau pelayanan umum yang dikelola desa dan atau kerjasama antar desa.

Pemerintah NTT, katanya terus berupaya untuk mendorong semua desa di NTT untuk miliki BUMdes

"Jadi kita masih punya PR lagi untuk bagaimana melakukan asistensi untuk semua desa 3.026. Kita baru punya sekitar 900, berarti ini masih 2000an yang harus dibangun dan tentu kita berharap ini partisipasi dari pada berbagai mitra. Termasuk dalamnya perbankan akan membantu kita untuk juga bersama-sama kita membangun BUMdes dan memerhatikan program kerja tim percepatan akses keuangan yaitu dengan pembentukan BUMdes Center di wilayah," katanya

Untuk mendukung pengembangan BUMdes, lanjutnya, maka akan dibentuk yang BUMdes Center yang merupakan pilot project yang dilakukan oleh OJK dan mengimplementasikan model tiga pilar penguatan BUMdes Center di 100 Kabupaten.

"Kita berharap bahwa juga nanti ada BUMdes Center yang dibangun untuk menjadi pilot project dari pusat tiga pilar utama tersebut," ujarnya.

Di NTT BUMDes Center dibentuk di setiap pulau besar seperti satu di Sumba, Timor dan dua di Flores. "Mungkin akan di tambah lagi satu apakah di Alor atau Lembata dan pembinaan serta pengembangan. BUMDes center akan dilakukan oleh Bank Indonesia maupun lembaga jasa keuangan dengan berkolaborasi bersama pemerintah provinsi kota maupun kabupaten," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved