16 PTT Dukcapil Kota Kupang Kembali Bekerja Tapi Tanpa SK

Sebanyak 16 Pegawai Tidak Tetap ( PTT) Dukcapil Kota Kupang Kembali Bekerja Tapi Tanpa SK

16 PTT Dukcapil Kota Kupang Kembali Bekerja Tapi Tanpa SK
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Dukcapil Kota Kupang, Drs. Agus Ririmasse, M.Si saat diwawancarai media di Kantor Walikota Kupang, Rabu (22/5/2019). 

Sebanyak 16 Pegawai Tidak Tetap ( PTT) Dukcapil Kota Kupang Kembali Bekerja Tapi Tanpa SK

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sebanyak 16 Pegawai Tidak Tetap ( PTT) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Kupang, kembali bekerja. Rabu (22/5/2019).

Namun mereka bekerja tanpa SK, pasca diputus kontrak kerjanya oleh Pemerintah Kota Kupang per 1 Mei 2019 bersama 353 PTT lainnya dari sejumlah OPD Lingkup Pemkot Kupang.

Wiranto Sebut Ada Skenario untuk Menciptakan Kekacauan, Ini Tujuannya

Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Dukcapil Kota Kupang, Drs. Agus Ririmasse, M.Si kepada POS-KUPANG.COM, di Kantor Walikota Kupang.

Ia menjelaskan, ada 18 PTT di Dukcapil yang diputus kontrak oleh Pemerintah Kota Kupang per 1 Mei 2019, namun yang kembali dipekerjakan oleh Dukcapil sebanyak 16 orang.

Lanjutnya, 16 PTT tersebut merupakan tenaga teknis yang sangat dibutuhkan yaitu sebagai operator Kartu Keluarga (KK) KTP dan Akte Kelahiran. "Kalau tidak ada mereka di Dukcapil maka pelayanan di Dukcapil lumpuh. Jadi kita pekerjakan kembali," ungkapnya.

Pascabentrok, Pasar Tanah Abang Tutup, Kerugian Lebih dari Rp 200 Miliar

Ia mengakui belum ada Surat Keputusan (SK) untuk ke 16 PTT tersebut. "Mereka belum ada SK, tapi mau bagaimana, tenaga mereka di Dukcapil dibutuhkan," tegasnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil tatap muka Walikota Kupang dengan PPT dan OPD terkait, Walikota meminta OPD mengusulkan nama-nama yang hendak direkrut kembali atau diperpanjang kontraknya.

"Yah kita sudah usulkan, sesuai dengan kebutuhan kita dan PTT juga mendengar apa yang disampaikan Walikota bahwa mereka akan dipanggil kembali, semua itu tenaga penting," tegasnya.

Ia menegaskan, hal itu dilakukan untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat. "Kalau kita tidak ambil langkah itu, mempekerjakan kembali PTT maka dampaknya pelayanan macet, yang jadi sorotan tentu saya sebagai Kadis, Pemerintah Kota Kupang, Walikota tentunya," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved