VIDEO: 3 Mega Proyek di NTT Mangkrak, TPDI NTT Minta Kajagung Lakukan Hal Ini Pada TP4D Kejati NTT

VIDEO: 3 Mega Proyek di NTT Mangkrak, TPDI NTT Minta Kajagung Lakukan Hal Ini Pada TP4D Kejati NTT

VIDEO: 3 Mega Proyek di NTT Mangkrak, TPDI NTT Minta Kajagung Lakukan Hal Ini Pada TP4D Kejati NTT

POS-KUPANG.COM - VIDEO: 3 Mega Proyek di NTT Mangkrak, TPDI NTT Minta Kajagung Lakukan Hal Ini Pada TP4D Kejati NTT.

Koordinator TPDI NTT, Meridian Dewanta Dado, SH mengatakan, hasil temuan pihak auditor terhadap ketiga mega proyek yang dibangun pada akhir masa jabatan Gubernur NTT Frans Leburaya itu ternyata terdapat kelebihan pembayaran pekerjaan atau rata-rata dana proyek sudah dicairkan sebanyak 100 persen.

Padahal, demikian Dado, perkembangan fisik proyek tidak sebanding dengan dana yang sudah dicairkan ke pihak rekanan.

VIDEO: Tahu Banyak Soal Kasus 3 Mega Proyek di NTT, TPDI NTT Kritisi Kinerja TP4D Kejati NTT

VIDEO: Koordinator TPDI NTT Ungkap Dugaan Korupsi Pada 3 Mega Proyek di NTT, Seperti Apa?

Menurut Dado, kondisi ini menunjukkan bahwasanya pihak TP4D Kejati NTT diduga tidak serius atau tidak fokus dalam melakukan pengawalan dan pengawasan pada proses perencanaan, pelelangan, pelaksanaan pekerjaan, tertib administrasi dan tertib pengelolaan keuangan negara dalam proyek-proyek dimaksud.

"Akibat tidak maksimalnya upaya-upaya pencegahan terjadinya dugaan tindak pidana korupsi oleh pihak TP4D Kejati NTT dalam ketiga mega proyek tersebut maka Kejati NTT saat ini harus melakukan upaya-upaya represif atau penindakan atas proyek-proyek bermasalah itu," jelas Dado melalui pesan WA kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (21/5/2019).

Diirincikan Dado, Pertama, Proyek Pembangunan Gedung NTT Fair sudah dalam proses penyidikan oleh pihak Kejati NTT menuju pada penetapan tersangka-tersangkanya.

Kedua, Proyek Pembangunan Monumen Pancasila masih dalam tahapan penyelidikan dan untuk Proyek Pembangunan Gedung IGD RSUD WZ Johannes sedang dilakukan proses pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan).

VIDEO: Mau Sejahtera, Jokowi Bilang Masyarakat NTT Mesti Punya Satu Hal Ini, Apa Ya?

VIDEO: Peryataan Menggelitik, Wagub NTT, Josef Nae Soi Kepada Presiden Jokowi

"Setelah upaya-upaya pencegahan modus korupsi oleh TP4D Kejati NTT pada 3 mega proyek bernilai puluhan miliar rupiah itu tidak berjalan sesuai harapan maka publik di Provinsi NTT pun masih belum yakin apakah proses penyelidikan dan penyidikan yang sedang dilakukan oleh Kejati NTT terhadap ketiga mega proyek itu benar-benar bisa menyentuh aktor-aktor utama yang menggerogoti uang negara," kata Dado.

Sebab kalau upaya-upaya represif atau penindakan oleh Kejati NTT selama ini semata-mata hanya menyentuh pelaku-pelaku dugaan korupsi kelas teri, tambah Dado, maka pantaslah apabila Provinsi NTT tidak pernah jera untuk bisa lepas sebagai daerah terkorup dan daerah termiskin karena perilaku korupsi.

"Oleh karena itu kami dan seluruh masyarakat Provinsi NTT patut meminta agar Jaksa Agung RI meninjau dan mengevaluasi kembali keberaradaan TP4D di Kejati NTT sebab keberadaannya terindikasi tidak berdampak besar terhadap upaya-upaya pencegahan korupsi di Provinsi NTT," kata Dado.

VIDEO: Wagub NTT, Josef Nae Soi dan Warga NTT Yakin Jokowi Jadi Presiden RI 2019-2024, Ini Alasannya

VIDEO: Pastor, Pendeta dan Ustad Bagi-Bagi Takjil untuk Pengendara Kendaraan di Lembata NTT

Bahkan, demikian Dado, terdapat dugaan-dugaan bahwa TP4D yang dibentuk di berbagai wilayah di seluruh Indonesia justru dijadikan sebagai tameng atau pelindung bagi banyak pejabat dan rekanan agar proyek-proyek bermasalah jangan diusut walaupun faktanya proyek-proyek tersebut sangat amburadul.

"Kami berharap agar keberadaan TP4 di tingkat pusat dan TP4D di daerah-daerah jangan sampai hanya menjadi ajang mencari keuntungan pribadi bagi oknum-oknum jaksa nakal demi menutupi kebobrokan para pejabat dan rekanan korup," hatap Dado. (POS-KUPANG.COM, Novemy Leo)

Nonton Videonya Di Sini :

Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved