Rekapitulasi Telah Usai, Ini Rincian Perolehan Suara Pemilu Presiden Terlengkap di 34 Provinsi

Rekapitulasi KPU RI Telah Usai Ini Rincian Perolehan Suara Pemilu Presiden Terlengkap di 34 Provinsi.

Rekapitulasi Telah Usai, Ini Rincian Perolehan Suara Pemilu Presiden Terlengkap di 34 Provinsi
Kompas.com/ Fitria Chusna
Rekapitulasi Telah Usai Ini Rincian Perolehan Suara Pemilu Presiden Terlengkap di 34 Provinsi 

Paslon 02: 585.999

7.Provinsi Kalimantan Selatan

Paslon 01: 823.939

Paslon 02: 1.470.163

8.Provinsi Kalimantan Barat

Paslon 01 : 1.709.896

Paslon 02 : 1.263.757

9.Provinsi Sulawesi Barat

Paslon 01 : 475.312

Paslon 02 : 263.620

10.Provinsi DIY

Paslon 01 : 1.655.174

Pason 02 : 742.481

11.Provinsi Kaltim

Paslon 01: 1.094.845

Paslon 02: 870.443

12. Provinsi Lampung

Paslon 01: 2.853.585

Paslon 02 : 1.955.689

13. Provinsi Maluku Utara

Paslon 01 : 310.548

Paslon 02 : 344.823

14. Provinsi Sulawesi Utara

Paslon 01 : 1.220.524

Paslon 02 : 359.685

15. Provinsi Jambi

Paslon 01 : 859.833

Paslon 02 : 1.203.025

16. Provinsi Sulawesi Tengah

BPN Prabowo-Sandiaga Beri Bantuan Hukum kepada Eggi Sudjana

KPK Sebut Kerugian Negara Lebih dari Rp 100 Miliar Dalam Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal

Saksi BPN Prabowo-Sandiaga Tolak Tanda Tangani Hasil Pemilu yang Ditetapkan KPU

Paslon 01: 914.588

Paslon 02 : 706.654

17. Provinsi Jawa Timur

Paslon 01 : 16.231.668

Paslon 02 : 8.441.247

18. Provinsi NTT

Paslon 01: 2.368.982

Paslon 02: 305.587

19. Provinsi Sumatera Selatan

Paslon 01 : 1.942.987

Paslon 02 : 2.877.781

20. Provinsi Sulawesi Tenggara

Paslon 01 : 555.664

Paslon 02 : 842.117

21.Provinsi Sumatera Barat

Paslon 01 : 407.761

Paslon 02 : 2.488.733

22.Provinsi Jawa Tengah

Paslon 01 : 16.825.511

Paslon 02 : 4.944.447

23. Provinsi Kepulauan Riau

Paslon 01 : 550.692

Paslon 02 : 465.511

24. Provinsi Banten

Paslon 01 : 2.537.524

Paslon 02 : 4.059.514

25. Provinsi Nusa Tenggara Barat

Paslon 01 : 951.242

Paslon 02 : 2.011.319

26. Provinsi Aceh

Paslon 01 : 404,188

Paslon 02 : 2.400.746

27. Provinsi Jawa Barat

Paslon 01: 10.750.568

Paslon 02: 16.077.446

28. Provinsi DKI Jakarta

Paslon 01: 3.279.547

Paslon 02: 3.066.137

29. Provinsi Papua Barat

Paslon 01: 508.997

Paslon 02: 128.732

30. Provinsi Sulawesi Selatan

Permadi Jelaskan Berbicara di Ruang DPR itu Kebal Hukum

Jokowi Dikabarkan Kembali Bertemu AHY dan Zulkifli Hasan Hari Ini

KPK Sebut Kerugian Negara Lebih dari Rp 100 Miliar Dalam Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal

Paslon 01: 2.117.591

Paslon 02: 2.809.393

31. Provinsi Riau

Paslon 01: 1.248.713

Paslon 02: 1.975.287

32. Provinsi Sumatra Utara

Paslon 01: 3.936.515

Paslon 02: 3.587.786

33. Provinsi Maluku

Paslon 01: 599.457

Paslon 02: 392.940

34. Provinsi Papua

Paslon 01: 3.021.713

Paslon 02: 311.352

Artikel ini telah tayang Kompas.Com

Tagar AbaikanPrabowo ( #AbaikanPrabowo ) muncul di trending topic Twitter berdasarkan pantauan Tribun Jabar pada Senin (20/5/2019) pukul 16.00 WIB.

Tagar tersebut menjadi ramai dibicarakan netizen diduga terkait ditolaknya laporan BPN Prabowo Subianto - Sandiaga Uno olehBawaslu.

Sebelumnya, tagar AbaikanPrabowo menduduki posisi kedua di bawah tagar terkait serial film Game of Thrones.

Namun, posisinya naik di posisi satu trending topic.

Sebanyak 34.300 cuitan mencantumkan tagar AbaikanPrabowo.

Beberapa cuitan menyinggung laporan BPN Prabowo Subianto- Sandiaga Uno yang ditolak oleh Bawaslu.

tagar AbaikanPrabowo jadi trending topic (Capture Twitter)
Melansir dari Kompas.com, Bawaslumenyatakan menolak untuk menindaklanjuti laporan BPN soal dugaan pelanggaran Pemilu secara terstruktur, sistematis, dan masif yang dilakukan oleh paslon nomor urut 01 Jokowi- Maruf Amin.

Keputusan tersebut dibacakan pada sidang dugaan pelanggaran pemilu yang digelar di kantor Bawaslu.

"Menetapkan, menyatakan laporan dugaan pelanggaran administratif pemilu terstruktur, sistematis, masif tidak dapat diterima. Demikian diputuskan pada rapat pleno Bawaslu," kata Ketua Bawaslu Abhan saat membacakan putusan di kantorBawaslu, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Laporan tersebut ditolak oleh Bawaslu lantaran barang bukti yang dibawa BPN tidak cukup medukung.

Bawaslu menyatakan bukt yang dibawa oleh BPN tak menunjukkan adanya dugaan pelanggaran pemilu yang terstruktur, sistematis, dan masif yang dilakukan oleh terlapor.

BPN hanya membawa barang bukti berupa print out berita online.

"Bahwa barang bukti print out berita online tidak dapat berdiri sendiri, tetapi harus didukung dengan alat bukti lain berupa dokumen, surat, ataupun video yang menujukkan adanya perbuatan masif yang dilakukan oleh terlapor yang terjadi paling sedikit di 50 persen dari jumlah daerah provinsi di Indonesia," ujar anggotaBawaslu, Ratna Dewi Pettalolo, dalam sidang.

Oleh karena itu, Bawaslu menyatakan bahwa kasus dugaan pelanggaran pemilu yang dilaporkan oleh BPN telah selesai.

Sebelumnya, Direktur Advokasi dan Hukum BPNPrabowo Subianto- Sandiaga Uno, Saufmi Dasco Ahmad mengatakan memiliki bukti pelanggaran pemilu berupa penggunaan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk pemenangan salah satu calon.

"Yang pada pokoknya adalah penggunaan ASN bagi pemenangan capres sehingga tadi sudah dilaporkan dan sudah diterima olehBawaslu RI pada pukul 11 siang tadi," katanya.

 
tagar AbaikanPrabowo jadi nomor satu trending topic, diduga terkait ditolaknya laporan BPN oleh Bawaslu 

Namun, pada Jumat (10/5/2019), BPN hanya menyampaikan satu laporan ke Bawaslu.

"Melaporkan salah satu dari materi yang dilaporkan. Jadi ada lima laporan yang akan dilaporkan. Tapi hari ini baru satu," kata Dasco.

Ketum PANUcapkan Selamat

Zulkifli Hasan menjadi sorotan atas tindakannya terhadap paslon 01.

Ia terekam kamera menjabat tangan Maruf Amin sambil mengucapkan selamat terkait Pilpres 2019.

Kemudian, ketum PAN itu langsung memeluk Maruf Amin.

"Selamat Pak Kiai, selamat. Sudah saya bilang tadi, walaupun nanti tanggal 22, saya sudah ucapkan selamat tadi," kata Zulkifli Hasan dalam video berita Kompas TV.

Momen ini terjadi saat keduanya bertemu di acara buka bersama, Minggu (19/5/2019).

Kepada awak media, Zulkifli Hasan mengaku, akan menanti hasil resmi pengumuman dari KPU pada 22 Mei mendatang terkait Pilpres 2019.

"Ya nanti kita tunggu tanggal 22. Siapa pun nanti setelah hasil manual. Yang belum ada hak, bisa ke Mahkamah Konstitusi," ujarnya.

Ia mengaku, siapa pun yang terpilih menjadi pemimpin negara, bisa kembali mempersatukan bangsa Indonesia.

Pileg 2019, Penetapan KPU 9 Parpol Lolos Parlemen, PDI-P Unggul'

Saksi BPN Prabowo-Sandiaga Tolak Tanda Tangani Hasil Pemilu yang Ditetapkan KPU'

Di Papua, Suara Jokowi-Maruf 3 Juta, Prabowo-Sandiaga 311 Ribu

"Yang penting yang menang itu siapa buat saya, yang bisa menjalin kembali merah putih, yang bisa menjadi bapak bangsa mempersatukan kita," kata Zulkifli Hasan.

Berdasarkan penilaiannya, perpecahan akibat Pilpres 2019 terlihat kentara di kalangan masyarakat.

Hal itulah yang membuat Zulkifli Hasan menaruh harapan agar presiden terpilih bisa menyatukan kembali dua kubu yang terpecah.

"Kita yang sekarang kelihatan belahnya itu, kita harap nanti yang terpilih dapat menjadi bapak bangsa yang memilih maupun tak memilih bisa merekat kita kembali. Tugas kia sekarang untuk membangun agar Indonesia maju dan jaya, rakyatnya sejahtera," katanya.

Di sisi lain, Maruf Amin tampak tersenyum lebar saat diberikan selamat oleh pihak dari kubu seberang.

Maruf Amin (TRIBUNNEWS/DENNIS DESTRYAWAN)

Tak hanya itu, ia pun memberikan pujian atas sikap Zulkifli Hasan yang memberikan ucapan selamat padanya.

"Mestinya pemimpin ya begitulah. Artinya memberikan pengakuan terhadap apa yang terjadi, suka atau tidak suka," kata Maruf Amin, cawapres yang berpasangan denganJokowi ini.

Ia memandang, sikap Zulkifli Hasan mencerminkan negarawan yang dewasa.

"Walaupun (belum 22 Mei) itu luar biasa itu, belum 22 Mei sudah mengucapkan. Ini kita sangat menghargai sikap beliau, negarawan dewasa. Kita harapkan semua bisa bersikap seperti itu positif," kata Maruf Amin, pasangan dari Capres Jokowi ini.(TribunJabar.id/Fidya Alifa Puspafirdausi) TribunJabar.id   

Follow Instagram POS-KUPANG.COM ya>>

Jangan lupa subscribe Youtube POS-KUPANG.COM ya>>

Editor: maria anitoda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved