Pemkab Nagekeo Perlu Perhatikan Jembatan Wakasa di Aeramo

Pemerintah Kabupaten Nagekeo ( Pemkab Nagekeo ) Perlu Perhatikan Jembatan Wakasa di Aeramo

Pemkab Nagekeo Perlu Perhatikan Jembatan Wakasa di Aeramo
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Kondisi Jembatan Wakasa di Desa Aeramo Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Selasa (21/5/2019). 

Pemerintah Kabupaten Nagekeo ( Pemkab Nagekeo ) Perlu Perhatikan Jembatan Wakasa di Aeramo

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Keberadaan jembatan Wakasa - Aeramo di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa yang berada pada jalur Utara yang menghubungkan wilayah kecamatan Wolowae bahkan ke beberapa kabupaten di bagian Timur Nagekeo seperti Kabupaten Ende, Sikka dan Flotim perlu diperhatikan secara baik.

Hal itu dikarenakan kondisi jembatan itu pada musim penghujan saat ini terjadi gerusan sehingga bila tidak diantisipasi bukan tidak mungkin jembatan itu bisa putus karena kondisi tanahnya sangat labil.

Hasto: Megawati Akan Bertemu Jokowi Sampaikan Ucapkan Selamat

Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo, Antonius Moti, mengatakan, kondisi jembatan Wakasa perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah karena bila tidak, maka jembatan tersebut terancam putus oleh karena keadaan tanahnya labih sehingga pada saat musim hujan, terjadi gerusan.

Anton mengatakan bahwa kondisi jembatan Wakasa itu kalau diamati secara baik pasti bisa rusak bahkan putus kerana tanah pasir yang labil sehingga saat musim hujan,mudah tergerus dibawa banjir.

Ketum PAN Akui Kemenangan Jokowi, Tapi Juga Hormati BPN Gugat Hasil Pilpres ke MK

"Beberapa bulan lalu,oleh pemerintah kabupaten Nagekeo, telah digali drainase beberapa meter sekitar jembatan itu untuk membendung banjir yang menggenangi pemukiman penduduk Aeramo. Langkah yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten sudah tepat dimana banjir yang menggenangi pemukiman penduduk disebabkan oleh sistem Drainase yang bermasalah bisa teratasi karena saat hujan dan terjadi banjir dari wilayah perbukitan sebelah selatan Aeramo bisa dibuang ke Kali Wakasa," jelas Anton, kepada wartawan di Mbay Kabupaten Nagekeo, Selasa (21/5/2019).

Walaupun demikian, lanjut Anton penggalian drainase itu tidak boleh berhenti di situ, tetapi perlu dibangun secara baik dengan sistem drainase yang permanen untuk mencegah terjadinya gerusan akibat tanah yang labil yang mengarah terjadinya kerusakan pada jembatan itu.

Oleh karena itu, pemerintah kabupaten Nagekeo bisa melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi agar sekitar lokasi jembatan Wakasa perlu dibangun secara baik, sebab status kembatan tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi dalam hal ini pihak Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT.

Anton juga meminta pemerintah kabupaten juga perlu memperhatikan sistem drainase yang berada disekitar lokasi GOR dan SMP Negeri Aeramo hingga menuju jalan provinsi karena selama ini ketika banjir terjadi banjir dan menggenangi pemukiman penduduk di sekitar kompleks Rumah Sakit Aeramo.

Langkah yang perlu dilakukan adalah membangun drainase permanen hingga ke jembatan Wakasa sehingga ketika terjadi banjir, ada saluran pembuangan yang jelas ke kali Wakasa.
Anton menegaskan bahwa selama ini ketika hujan, terjadi banjir dan menggenangi pemukiman penduduk Aeramo secara keseluruhan.Masyarakat sungguh merasakan dampak ketika terjadi hujan lebat.

Untuk itu, sistem drainase dalam radius ibukota Nagekeo perlu perencanaan yang baik dan dibangun secara baik pula.Sebab kalau tidak, maka akan menjadi masalah dimasa datang.

"Pemerintah perlu melakukan kajian yang lebih komprehensif terkait dengan pembangunan drainase kota karena hal ini menjadi masalah masyarakat selama ini.
Anton mengakui bahwa untuk membangun sistem drainase dalam radius ibukota, membutuhkan dana yang cukup besar," jelasnya.

Ia mengatakan pembangunan sistem drainase perlu dilakukan secara bertahap karena mengingat kemampuan keuangan daerah.Namun hal penting yang perlu dilakukan yakni dari aspek perencanaan harus direncanakan secara baik dan tuntas. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved