Mengenal Alat Musik Tradisional Go Genga asal Nagekeo-NTT

Go Genga merupakan alat musik tradisional asal Pautola di Kecamatan Keotengah Kabupaten Nagekeo.

Mengenal Alat Musik Tradisional Go Genga asal Nagekeo-NTT
Pos Kupang.com/Gordi Donafan
Suspisius Jawa (76) pegiat alat musik tradisional Go Genga, 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Go Genga merupakan alat musik tradisional asal Pautola di Kecamatan Keotengah Kabupaten Nagekeo.

Alat musik tradisional yang hampir punah ini dibuat dengan bambu yang dirancang sedemikian rupa hingga menghasilkan bunyi musik seperti bunyi gong.

Suspisius Jawa (76) pegiat alat musik tradisional Go Genga, menjelaskan, sejak dulu nenek moyang mengajarkan pembuatan alat musik Go Genga.

Alat musik Go Genga dibuat oleh orang tua untuk menghibur diri ketika berada di kebun ataupun disawah.

Opa Sius begitu ia akrab menjelaskan proses pembuatannya tidak begitu lama, namun harus teliti dan cermat. Karena jika tidak maka hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.

BREAKING NEWS- Pulau Komodo di Manggarai Barat-NTT Resmi Ditutup

Opa Sius bercerita, dirinya lahir tahun 1943 dan tahun 1950 ia sudah bisa main suling bambu. Sedangkan Go Genga mulai tahun 1956 sudah mulai main, baik dikebun maupun dirumah.

"Dari kecil memang saya tau. Saya lihat bapa- bapa dulu. Saya tiru mereka pelan-pelan. Awalnya main-main saja. Sebelum masuk sekolah itu sudah tau main musik Go Genga. Saya sekolah tahun 1954. Sebelum itu sudah bisa main Go Geno. di Kampung Pautola Kota Odo Keotengah," ujar opa Sius, Selasa (21/5/2019).

Pria yang memiliki tujuh orang anak ini mengatakan Go Genga dimainkan saat berada dikebun. Sehingga menghibur diri dan melawan rasa ngantuk, karena dulu kala seorang petani biasa tidur dikebun untuk menjaga tanaman.

Intip YUK Jadwal Baru Tim Maung Bandung Persib vs PS Tira Persikabo

"Kami main saat jaga kera dikebun, main Go Genga supaya jangan mengatuk. Main juga sebelum tidur malam," ujarnya penuh semangat.

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved