Pemilu 2019

Mantan Pejabat DKI yang Gagal Jadi Wagub Ini Lolos Jadi Anggota DPD RI, Siapa Dia?

Seorang Mantan Pejabat DKI yang Gagal Jadi Wagub Ini Lolos Jadi Anggota DPD RI, Siapa Dia?

Mantan Pejabat DKI yang Gagal Jadi Wagub Ini Lolos Jadi Anggota DPD RI, Siapa Dia?
KOMPAS.com/RIMA WAHYUNINGRUM
Wakil Ketua Umum Sylviana Murni di Kampung Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Selasa (2/10/2018). 

Seorang Mantan Pejabat DKI yang Gagal Jadi Wagub Ini Lolos Jadi Anggota DPD RI, Siapa Dia?

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Kontestasi Pilkada DKI 2017 menjadi salah satu langkah penting Sylviana Murni dikenal publik. Saat itu, ia diusung Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Amanat Nasional (PAN) mendampingi Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

Meskipun kalah pada putaran pertama dengan perolehan suara paling bontot di bawah pasangan calon Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga, nama Sylviana sudah mencuri perhatian karena satu-satunya calon wakil gubernur DKI perempuan yang berangkat dari latar belakang birokrat.

Militer Mesir Gerebek Dua Markas Teroris, 12 Ektremis Tewas Terbunuh

Kini, perempuan yang lahir dan besar di Jakarta itu sukses meraih kursi DPD RI sebagai salah satu dari empat senator ibu kota usai meraup 455.182 suara pada Pemilihan Legislatif 2019.

Kiprah istri Gde Sardjana itu di Pemprov DKI Jakarta berawal pada 1985, selang empat tahun setelah ia menyabet gelar None Jakarta.

Dua Orang Tewas Akibat Tabung Kompresor Meledak

Saat itu, DKI Jakarta dipimpin Gubernur Soeprapto. Sylviana memulai kariernya sebagai PNS sebagai staf penatar Badan Pembinaan, Pendidikan, dan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP-7) DKI selama hingga 1987, lalu menjadi staf Biro Pembinaan Mental DKI Jakarta sampai 1989.

Sylviana mulai mencicipi jabatan pimpinan ketika menjadi Kepala Sub Bagian Pendidikan Luar Sekolah Biro Pembinaan Mental DKI Jakarta pada 1989.

Selang dua tahun, ia menjabat Kepala Sub Bagian Seni Budaya Biro Pembinaan Mental DKI Jakarta selama empat tahun hingga 1995, sebelum menjabat Kepala Bagian Kebudayaan Biro Pembinaan Mental DKI Jakarta pada 1995-1997.

Perempuan yang memperoleh gelar profesor dari Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka Jakarta ini juga pernah menjadi politisi Partai Golkar.

Ia bahkan pernah duduk di kursi DPRD DKI Jakarta periode 1997-1999. Sylviana kemudian kembali menjadi birokrat sehubungan peraturan pemerintah yang mewajibkan PNS tidak berkaitan langsung dengan partai politik.

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved