BREAKING NEWS: Gunakan Bom Ikan, Warga Kabupaten Kupang Ditahan Polisi

BREAKING NEWS: Gunakan Bom Ikan, Warga Kabupaten Kupang Ditahan polisi

BREAKING NEWS: Gunakan Bom Ikan, Warga Kabupaten Kupang Ditahan Polisi
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Wadir Polairud, AKBP I Ketut Adnyana Putera,S.Si (kiri) ditemani Kanit 2 Sisdik Subditgakum, AKP Andi Muhammad Rahmat Hidayat, SIK (kanan) dalam konferensi pers di Aula pertemua Ditpolairud Polda NTT Selasa (21/5/2019) siang. 

BREAKING NEWS: Gunakan Bom Ikan, Warga Kabupaten Kupang Ditahan polisi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Seorang warga Desa Huilelot, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang berinisial YKB ditahan karena menggunakan bom ikan, Selasa (21/5/2019).

Pelaku YKB yang berprofesi sebagai seorang petani telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Gubernur Laiskodat Pastikan Tahun Depan Pemprov NTT Tutup Pulau Komodo

Demikian disampaikan oleh Wadir Polairud, AKBP I Ketut Adnyana Putera,S.Si ditemani Kanit 2 Sisdik Subditgakum, AKP Andi Muhammad Rahmat Hidayat, SIK dalam konferensi pers di Aula pertemua Ditpolairud Polda NTT Selasa siang.

Dijelaskannya, kasus tersebut dapat dibongkar berkat laporan dari masyarakat yang melihat pelaku menggunakan bom ikan saat mencari ikan

Pemkab Nagekeo Perlu Perhatikan Jembatan Wakasa di Aeramo

Selanjutnya, pada hari Jumat (30/4/2019) sekitar pukul 11.15 Wita, Tim gabungan crew kapal KP. XXII-3001 dan Unit Subdit Gakum Ditpolairud Polda NTT yang telah menerima laporan masyarakat langsung bergerak cepat.

Pelaku diketahui melakukan penangkapan ikan menggunakan bom ikan di di perairan Batu Hopong Desa Huilelot, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang.

"Selanjutnya pada pukul 11.30 Wita telah mengamankan pelaku dan selanjutnya dibawa ke Ditpolairud Polda NTT untuk dilakukan proses lebih lanjut oleh penyidik Ditpolairud Polda NTT berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/03/IV/2019/ Ditpolairud tanggal 30 April 2019," katanya.

Pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, satu unit sampan, satu buah dayung, sebanyak 20 ekor ikan jenis gergahing dan satu jenis ikan bendera.

Tersangka, lanjut Wadir Polairud, membuat bom tersebut dan dengan biaya yang terjangkau agar mendapatkan hasil tangkapan ikan yang banyak serta mendapatkan keuntungan pribadi.

Berkas perkara telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejati NTT melalui surat Kejati NTT Nomor : B-1075/N.3.4/Eku.1/05/2019 tanggal 20 Mei 2019 dan akan dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti pada Kamis (23/5/2019).

Tersangka dikenakan pasal 84 ayat (1) Jo Pasal 8 Ayat (1) UU Nomor 5 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved