Pemilu 2019

Saksi Perindo Sikka Duga Gelembung Suara di Akhir Pleno PPK Hewokloang

Saksi Partai Perindo Kabupaten Sikka Duga Gelembung Suara di Akhir Pleno PPK Hewokloang

Saksi Perindo Sikka Duga Gelembung Suara di Akhir Pleno PPK Hewokloang
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Caleg PKB Sikka, Amandus Ratason (kemeja bunga) hadir di Bawaslu Sikka, Pulau Flores, Provinsi NTT, Senin (20/5/2019). 

Saksi Partai Perindo Kabupaten Sikka Duga Gelembung Suara di Akhir Pleno PPK Hewokloang

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Saksi Partai Perindo Kabupaten Sikka, Fransiskus Dereng, menduga penggelembungan suara dengan coretan pada C1 plano di PPK Hewokloang dilaksanakan setelah pleno rekapitulasi di PPK.

"Kita duga penggelembungan suara dilakukan pada akhir pleno PPK. Kita tuntut C1 plano dibuka sudah ada coretan angka dari C1 plano ke DA1. Angka kecil jadi angka besar," beber Fransiskus Dereng, kepada POS-KUPANG.COM, Senin (20/5/2019) di Bawaslu Sikka, Kota Maumere, Pulau Flores,Propinsi NTT.

Sekda NTT Minta DAK APBD Dipercepat

Fransiskus Dereng, salah satu dari tujuh saksi yang diboyong Caleg PKB, Amandus Ratason mengadukan penggelembungan suara di PPK Hewokloang.

Diketahui dugaan penggelembungan suara, demikian Fransiskus Dereng, pada saat pleno di KPU Sikka. Angka perolehan suara Caleg PKB tidak sesuai dengan perolehan suara pada saat pleno di PPK Hewokloang.

"Pada saat kotak suara plano dibuka ada coretan angka di C1 plano ke DA1 plano. Angka kecil jadi besar," imbuh Fransiskus Dereng.

Wabup Kabupaten Kupang Jerry Manafe Minta Warga Jangan Terprovokasi

Menurut Fransiksus Dereng, dugaan keterlibatan PPK Hewokloang tampak dari proses rekapirulasi. Undangan kepada saksi hadir pukul 08.00 Wita, tetapi rekapitulasi dilakukan mulai pukul 13.00 Wita hingga malam.

"Di Kantor Camat Hewokloang, PPK janjikan DA1 diteliti dulu baru dihubungi saksi datang ambil. Ternyata sampai rekapitulasi di KPU Sikka, PPK Hewokloang tidak kasih DA1," tandas Fransiskus Dereng.

Caleg PKB, Amandus Ratason, menjadi korban penggelembungan suara mengharapkan Bawaslu Sikka menjadi wasit yang benar dan jujur menilai pengaduan penggelembungan suara.

Hari Senin siang, Amandus Ratason membawa tujuh saksi untuk dimintai keterangan oleh Bawaslu dan sejumlah bukti pendukung.

"Bawaslu sebenarnya sudah tahu dugaan pengelembungan suara ketika rapat pleno di KPU Sikka sampai dibuka kotak suara mengecek dokumen perolehan suara. Bawaslu merekomendasikan buka kotak suara," ujar Amandus Ratason. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved