KKN di Takaplager-Sikka, Mahasiswa Unipa Maumere Bikin Akun Medsos Jual Sarung Ikat Tenun

Kehadiran mahasiswa Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere melakukan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada desa-desa di Kabupaten Sikka,

KKN di Takaplager-Sikka, Mahasiswa Unipa Maumere Bikin Akun Medsos Jual Sarung Ikat Tenun
Foto/ KKN Unipa Desa Takaplager
Benang hasil perwarnaan pengrajin ikat tenun di Desa Takaplager, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Propinsi NTT, Jumat (17/5/2019). 

Laporan wartawan  pos-kupang.com, eginius mo’a

POS-KUPANG.COM,  MAUMERE---Kehadiran  mahasiswa  Universitas Nusa Nipa  (Unipa)  Maumere   melakukan program Kuliah Kerja  Nyata (KKN)   pada  desa-desa  di Kabupaten  Sikka,  Pulau  Flores,  Propinsi NTT  memberikan  efek  kepada  masyarakat setempat.

 Di Desa  Takaplager, Kecamatan Nita, 10 Km arah  barat Kota Maumere, 31  orang mahasiswa  KKN bersama  pemerintah kecamatan dan  Dinas Perindustrian  Perdagangan  Sikka  melakukan pelatihan pewarnaan benang. 

Pemasaran, promosi  dan pengelolaan kelompok tenun   yang dikeluhkan    para pengrajin   ikat tenun,    para mahasiswa merancang akun  media sosial,  membuat galeri  untuk  promosi dan  memfasilitasi kesepakatan harga ikat tenun dalam kelompok.

Perwakilan  mahasiswa  KKN  Unipa Desa Takaplager, Leonardus Tunga, kepada   POS-KUPANG.COM, Senin   (20/5/2019)  siang mengatakan,  pengrajin  ikat  tenun  menghadapi  masalah manajemen kelompok  dan  pemasaran.

Tim Macan Kemayoran Persija Jakarta Hanya Bawa 18 dan 1 Gelandang Serang vs Barito Putera, Intip YUK

“Kami  gandeng   Tim  Penggerak  PKK  Kabupaten  Sikka, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, usahawan  kain  ikat tenun  dan  mahasiswa FE  Unipa  memberikan sosialisasi,”  kata  Leonardus  Tunga.

Menurut  Leonardus Tunga,  manajemen  kelompok dan  pemasaran  ikat tenun menjadi  soal serius. Sedangkan  mata  pencaharian sebagian kaum   perempuan   di  Desa Takaplager pengrajin ikat  tenun, selain bertani dan wiraswata.

Mahasiswa  KKN  juga  akan membantu  membuat   pamflet/ brosur, mendirikan galeri  sentral pemasaran ikat tenun untuk meningkatkan penjualan produk dan promosi.

Leonardus  Tunga menambahkan,  pelatihan  kepada  pengrajin  ikat tenun  dilaksanakan 15-17 Mei  di  Kantor   Desa Takaplager  dihadiri  100 pengrajin  dari  10   kelompok.  Kegiatan  dibuka   Camat  Nita, Y.A.Yance Padeng, S.H,  dihadiri ketua TP PKK Kecamatan Nita,  Kepala  Desa Takaplager, Albertus  Juang,  S.H.   Narasumber  menghadirkan pengelola asesoris Toko Jaya Baru,  Ny.Sherly,  dan  teknik  pewarnaan oleh Aurelius  Elen Prino, ST.

Rombongan mahasiswa  KKN    Desa Takaplager   dibimbing  pengajar, Petrus  Wolo, S.T,  M.T. *)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved