Inilah Refleksi Pemilu oleh Mantan Caleg DPRD NTT

dirinya adalah mantan Caleg DPRD NTT periode 2019-2024, yang mana perlu memberi sebuah refleksi tentang Pemilu dari waktu ke waktu

Inilah Refleksi Pemilu oleh Mantan Caleg DPRD NTT
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Yoseph Lefta

Inilah Refleksi Pemilu oleh Mantan Caleg DPRD NTT

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Inilah sebuah refleksi tentang Pemilu dan people power yang disampaikan oleh salah satu mantan calon legislatif (caleg) DPRD NTT dari Partai NasDem NTT, Yoseph Lefta.

"Pengalaman saya pertama kali ikut Pemilu 1997, sebagai pemilih pemula saat itu di bangku kelas 2 SMA
Katolik Santu Yoseph Kalabahi," kata Yoseph saat ditemui di Gedung DPRD NTT, Senin ( 20/5/2019).

Yoseph adalah caleg DPRD NTT dari dapil NTT V meliputi Flotim, Lembata dan Alor.

Menurut Yoseph,dirinya adalah mantan Caleg DPRD NTT periode 2019-2024, yang mana perlu memberi sebuah refleksi tentang Pemilu dari waktu ke waktu.

Bayern Muenchen Juara Liga Jerman, Ribery dan Robben Katakan Kata Perpisahan

Tinju Amatir Internasional di Gelar di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Ini Komentar Maria Geong

"Ketika pertama kali saya ikut coblos ,saat saya masih di bangku sekolah SMA tahun 1997. Saya lakukan coblos berada di salah satu TPS di Kota Kecil Kalabahi Kabupaten Alor. Tiba giliran KPPS memanggil nama, saya tidak maju memberikan hak suara tetapi memilih pulang ke rumah," katanya.

Dalam hati , Yoseph mengakui, merasa sesuatu bakal terjadi, itu hal yang tidak benar tentang Pemilu yang sedang berlangsung.

Mantan aktivis PMKRI Cabang Kupang ini menjelaskan, maklum insting politik mulai terasah saat itu, karena sering diskusi bersama beberapa orang tua yang berjuang mendirikan struktur Pengurus Anak Cabang Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do Ingat Kades Tata Kelola Desa Harus Transparan

Sopir Ini Tega Rampok Majikannya Gara Gara Terlilit Hutang Rp 25 Juta

"Saat itu, mendapat tantangan hebat karena mengotori basis Golkar yang bukan sebuah partai politik saat itu, tapi selalu menang 100 persen di setiap Pemilu," kenang Yoseph.

Tenaga Ahli Fraksi Partai NasDem DPRD NTT ini mengatakan, perasaan saat itu pada Pemilu 1997 dan berbuntut Reformasi 1998,kemudian Pemilu digelar kembali kurang dari setahun.

"Pemilu Tahun 1999, saya ikut memberikan hak suara di Kota Kupang dan ikut menentukan kemenangan PDIP dan Megawati. Mungkin euforia demokrasi PDIP menang tapi tidak bisa menjadi Presiden," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved