Renungan Harian

Renungan Harian Kristen Protestan Minggu (19/5), "Membangun Budaya yang Tunduk pada Kehendak Allah"

Renungan Harian Kristen Protestan Minggu (19/5), "Membangun Budaya yang Tunduk pada Kehendak Allah"

istimewa
Pdt DR Mesakh A P Dethan MTh MA 

Enam hal penting menjadi ciri dari manusia baru pertama, gereja sebagai suatu persekutuan yang  hidup dalam kasih dan rela berkorban, kedua gereja adalah persekutuan yang bertumbuh bersama, ketiga gereja sebagai persekutuan yang berada dalam proses pematangan, keempat  gereja sebagai persekutuan yang hidup dalam kearifan budaya yang baik sebagai ciri anak-anak terang, kelima gereja  sebagi persekutuan yang mempergunakan waktu dengan baik, dan keenam  gereja sebagai persekutuan yang hidup dalam  berpengharapan kepada masa depan.

1. Hidup dalam kasih dan pengorbanan. Ini ciri gereja yang penting bahwa gereja sebagai suatu persekutuan yang hidup dalam kasih dan mempraktekan nilai rela berkorban seperti yang ditunjukan Kristus. Kristus sebagai model dan teladan semua hubungan dan relasi dalam gereja.  “Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih 2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.“

Pola hidup Kristus yang berkarya bagi kebaikan, dan rela berkorban bagi orang lain haruslah menjadi  cerminan bagi semua relasi sosial dalam jemaat Efesus:  relasi suami dan istri (Efesus 5:22-33); relasi  anak-anak dan orang tua (Efesus 6:1-4); relasi  hamba dan tuan (Efesus 6:5-9),

2. Bertumbuh bersama. Gereja adalah persekutuan yang bertumbuh bersama dari orang-orang yang datang dari latarbelakang yang berbeda, dimana semuanya sama kedudukannya sebagai tubuh kristus yang saling memperlengkapi satu dengan yang lain (Efesus 4:12). Tidak ada anggota gereja yang begitu hebat dan sempurna yang tidak membutuhkan orang lain, tetapi semuanya saling membutuhkan satu dengan yang lain.

3. Hidup dalam proses pematangan. Gereja sebagai persekutuan yang berada dalam proses pematangan. Gereja bukanlah kumpulan orang suci seperti malainkan orang-orang berdosa yang berada dalam kegelapan (Efesus 5: 3-6) tetapi dipanggil untuk hidup dalam terang anugerah dan penebusan Kristus (Efesus 5:8).   Proses pematangan itu dimulai jika orang sadar akan praktek hidupnya yang dulu dan bertekad untuk membangun hidupnya dalam terang Kristus.

4. Hidup arif dan bijaksana.  Gereja sebagai persekutuan yang dipangil unutk hidup arif dan dan bijaksana. Kearifan dan kebijksanaan ditunjukkan  praktek  budaya yang baik sebagai ciri anak-anak terang. “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif” (Efesus 5:15). Budaya kita tentu ada yang baik (yang disebut dengan kearifan lokal), tetapi semuanya tetap harus diuji dalam terang Injil Kristus.

5. Hidup disiplin. Gereja  sebagi persekutuan yang mempergunakan waktu dengan baik sebagai ciri kehidupan gereja yang disiplin dan berkualitas. Orang hanya bisa maju kalau mampu mempergunakan setiap waktu yang Tuhan karuniakan demi pengembangan dirinya dan masyarakat dimana ia hidup.  Orang yang mabuk tidak akan membedakan mana waktu siang dan waktu malam, mana waktu kerja dan mana waktu tidur, mana waktu memuji Tuhan dan mana waktu memuji diri atau memaki-maki,  etc (Efesus 5: 16-19).).

6. Hidup berpengharapan. Gereja sebagai persekutuan yang hidup dalam  berpengharapan kepada masa depan kepada Kristus yang akan datang kembali.   Janji kekal Kristus untuk hidup bersamaNya yang memampukan orang beriman untuk sabar dan tabah menghadapi apapun cobaan hidupnya.  Ia menjadi kuat karena Kristus dan mampu menghadapi godaan iblis dan kuasa-kuasa jahat lainnya dengan berdoa dan berjaga-jaga sambil mengenakan  perlengkapan senjata rohani(Efesus  6:10-24).

 Jadi yang membedakan orang yang sudah diselamatkan  dan diberikan anugerah Allah dalam hidup adalah pilihan-pilihan hidup yang diambil. Sukses atau gagal, senang atau susah, selamat atau binasa adalah pilihan bebas manusia.

Mari membiasakan diri untuk membangun budaya dan gaya hidup yang tunduk kepada kehendak Allah. ******* 

Editor: Eflin Rote
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved