Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Harian Kristen Minggu 19 Mei 2019 ''Membangun Budaya yang Tunduk pada Kehendak Allah''

Renungan Harian Kristen Minggu 19 Mei 2019 ''Membangun Budaya yang Tunduk pada Kehendak Allah''

Renungan Harian Kristen Minggu 19 Mei 2019 ''Membangun Budaya yang Tunduk pada Kehendak Allah''
Pdt. DR Mesakh A.P. Dethan, MTh, MA
Renungan Harian Kristen Minggu 19 Mei 2019 ''Membangun Budaya yang Tunduk pada Kehendak Allah'' 

Gereja sebagai persekutuan yang berada dalam proses pematangan. Gereja bukanlah kumpulan orang suci seperti malainkan orang-orang berdosa yang berada dalam kegelapan (Efesus 5: 3-6) tetapi dipanggil untuk hidup dalam terang anugerah dan penebusan Kristus (Efesus 5:8).   

Proses pematangan itu dimulai jika orang sadar akan praktek hidupnya yang dulu dan bertekad untuk membangun hidupnya dalam terang Kristus.

4. Hidup arif dan bijaksana.

Gereja sebagai persekutuan yang dipangil unutk hidup arif dan dan bijaksana.

Kearifan dan kebijksanaan ditunjukkan  praktek  budaya yang baik sebagai ciri anak-anak terang.

“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif” (Efesus 5:15).

Budaya kita tentu ada yang baik (yang disebut dengan kearifan lokal), tetapi semuanya tetap harus diuji dalam terang Injil Kristus.

5. Hidup disiplin.

Gereja  sebagi persekutuan yang mempergunakan waktu dengan baik sebagai ciri kehidupan gereja yang disiplin dan berkualitas.

Orang hanya bisa maju kalau mampu mempergunakan setiap waktu yang Tuhan karuniakan demi pengembangan dirinya dan masyarakat dimana ia hidup. 

Orang yang mabuk tidak akan membedakan mana waktu siang dan waktu malam, mana waktu kerja dan mana waktu tidur, mana waktu memuji Tuhan dan mana waktu memuji diri atau memaki-maki,  etc (Efesus 5: 16-19).).

6. Hidup berpengharapan.

Gereja sebagai persekutuan yang hidup dalam  berpengharapan kepada masa depan kepada Kristus yang akan datang kembali.  

Janji kekal Kristus untuk hidup bersamaNya yang memampukan orang beriman untuk sabar dan tabah menghadapi apapun cobaan hidupnya.

Ia menjadi kuat karena Kristus dan mampu menghadapi godaan iblis dan kuasa-kuasa jahat lainnya dengan berdoa dan berjaga-jaga sambil mengenakan  perlengkapan senjata rohani(Efesus  6:10-24).

Jadi yang membedakan orang yang sudah diselamatkan  dan diberikan anugerah Allah dalam hidup adalah pilihan-pilihan hidup yang diambil.

Sukses atau gagal, senang atau susah, selamat atau binasa adalah pilihan bebas manusia.

  Mari membiasakan diri untuk membangun budaya dan gaya hidup yang tunduk kepada kehendak Allah. (*)

Editor: maria anitoda
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved