Peserta Didik Harus Bersaing di Era Revolusi industri

-Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Santu Paulus- Ruteng, Sabtu (18/5/2019) pagi menyelenggarakan kegiatan seminar nasional di Aula Missio STKI

Peserta Didik Harus Bersaing di Era Revolusi industri
FOTO FANDI HAMBUR/DOK
SEMINAR-Suasana seminar nasional yang dilaksanakan Prodi Matematika STKIP Santu Paulus Ruteng di Aula Missio, Sabtu (18/5/2019) pagi. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-RUTENG-Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Santu Paulus- Ruteng, Sabtu (18/5/2019) pagi menyelenggarakan kegiatan seminar nasional di Aula Missio STKIP Santu Paulus Ruteng.

Seminar nasional ini menghadirkan mahasiswa, dosen program studi pendidikan matematika, guru- guru di Manggarai Raya dan sekolah mitra.

Hari Senin, 20 Mei 2019 Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Rotiklot, Belu-NTT

Pelaksanaan seminar diawali dengan acara tuak kepok panitia seminar sebagai ucapan selamat datang kepada pemateri masing-masing Dr.Damianus D. Samo, S.Pd.M.Pd, Dosen FKIP Matematika Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Seminar nasional yang dibuka Ketua STKIP Santu Paulus Ruteng, Dr.Yohanes Servatius Lon, MA dan dihadri Ketua Panitia Seminar Nasional, Yohanes Kurniawan Buran, M.Pd dan  Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Emilianus Jehadus,S.S,M.Pd.

Gasak Permata Hitam Persipura Jayapura, Ini Komentar Pelatih Persib Bandung Robert Albert:

 Tema yang dibedah dalam seminar ini adalah “Inovasi Pembelajaran Matematika Sekolah Berorientasi Literasi Matematika di era Digital” dengan moderator Bedilius Gunur,M.Pd.

Pemateri pertama, Dr. Damianus D.Samo, SPd. M.Pd, menjelaskan, lembaga pendidikan dan pendidik harus mampu menyiapkan peserta didik untuk mampu beradaptasi dan bersaing dalam revolusi industry 4,0.

Ini Komentar Striker Rene Mihelic usai Persib Bandung Hancurkan Persipura Jayapura Skor 3-0

Menurutnya, pendidikan sekarang harus berorientasi pada tuntutan pemenuhan kebutuhan berbasis kanteknologi.  Oleh karena itu fokus pembelajaran saat ini adalah membantu peserta didik untuk mencapai kecakapan belajar dan inovasi kecakapan informasi, media dan teknologi; dan kecakapan hidup dan karier.

“Tujuan ini hanya bisa dicapai dengan mengembangkan kecakapan belajar, kecakapan informasi dan kecakapan hidup. Di samping itu, pembelajaran berbasis budaya juga bisa membantu peserta didik untuk mengembangkan kecakapan- kecakapan tersebut,” kata Damianus.

Sementara itu, pemateri kedua, Dr. Kristianus Viktor Panteleon,M.Pd.Si, Dosen Prodi Pendidikan Matematika STKIP Ruteng yang diwakili oleh Fransisikus Nendi,M.Pd.Si membawakan materi tentang Komunikasi Matematis dalam Terang Literasi Matematika.

Ini Penegasan Pep Guardiola, Pelatih Manchester City terhadap Leroy Sane

Yang mana kata Nendi, bertolak pada landasan yuridis formal seperti dituangkan dalam Permediknas Nomor 16 tahun 2007 menekankan pentingnya kemampuan komunikasi matematis sebagai prasyarat dasar untuk mengkomunikasikan ide-ide kritis dan konstruktif kepada komunitas profesi matematika.

Ia mendefenisikan komunikasi matematis sebagai proses penyampaian ide- ide dan pemahaman matematika baik secara lisan, visual, maupun dalam bentuk tulisan dengan menggunakan simbol, grafik, diagram dan kata-kata.

“Komunikasi matematis memiliki dua karakteristik utama: universal dan ringkas-padat makna. Komunikasi matematis menurutnya bisa berjalan baik jika memenuhi tiga syarat berikut ini tepat, koheren dan jelas. 

Hujani Gol ke Gawang Watford 0-6l, The Citizens Juara Piala FA 2019

Komunikasi matematis merupakan salah satu muara akhir literasi matematika yang berorientasi pada keaktifan pesertadidik untuk berpikir kritis dan mampu membagi ide- ide matematika serta membantu pendidik/guru untuk mencari jalan keluar bagi permasalahan pembelajaran matematika siswa.

Penyelesaian soal- soal literasi matematika syarat dengan kandungan komunikasi matematis yang sejalan dengan salah satu tujuan literasi matematika yang menekankan agar peserta didik dapat mengkomunikasikan ide- ide dan pemikiran matematikanya kepada orang lain. Kegiatan seminar nasional ditutup dengan sesi pertanyaan dan diskusi tentang komunikasi dan literasi matematika,” ujar Nendi. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved