Pemilu Kurang Berdampak ke Perekonomian Nasional, Endy Dwi Tjahjono Beberkan Alasannya

Pelaksanaan Pemilu Kurang Berdampak ke Perekonomian Nasional, Endy Dwi Tjahjono Beberkan Alasannya

Pemilu Kurang Berdampak ke Perekonomian Nasional, Endy Dwi Tjahjono Beberkan Alasannya
KOMPAS.com/ Bambang P. Jatmiko
Dari kiri ke kanan: Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko, dan Direktur Eksekutif Departemen kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Endy Dwi Tjahjono di Bandung, Sabtu (18/5/2019). 

Pelaksanaan Pemilu Kurang Berdampak ke Perekonomian Nasional, Endy Dwi Tjahjono Beberkan Alasannya

POS-KUPANG.COM | BANDUNG - Banyak pihak berharap pesta demokrasi, Pemilihan Umum yang digelar April lalu bisa mendongkrak dinamika perekonomian nasional.

Akan tetapi setelah Pemilu, kondisi makro ekonomi tak banyak berubah dari kondisi sebelumnya. Daya beli masyarakat belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Jelang Pengumuman Pilpres 2019, Warga Palopo Jangan Terprovokasi Gerakan Inkonstitusional

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Departemen kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Endy Dwi Tjahjono menuturkan belanja partai mengalami penurunan.

Pada pemilu sebelumnya, belanja tersebut banyak digunakan untuk membeli alat peraga kampanye seperti kaos, spanduk, dan sebagainya.

"Namun pada Pemilu kali ini, belanja dari para peserta Pemilu tersebut tidak sebanyak waktu-waktu sebelumnya, sehingga tidak terlalu memberi pengaruh ke perekonomian nasional," kata Endy, dalam acara Focus Group Discussion bersama media, Sabtu (18/5/2019).

Pangeran Harry dan Meghan Markle Rayakan Ulang Tahun Pernikahan Pertama, Ini Fakta Keduanya

Menurut Endy, agar perekonomian nasional bergeliat, saat ini yang perlu menjadi fokus adalah menggenjot konsumsi dalam negeri.

Hal ini sebagai alternatif untuk menjaga perekonomian nasional ketika ekspor mengalami kelesuan.

"Namun kami optimistis di kuartal II 2019 akan mengalami perbaikan, meskipun pada periode ini current account deficit berada di puncak karena banyak emiten yang harus membayar dividen. Kami juga optimistis inflasi tetap sesuai target," lanjut Endy.

Tak punya andil besar Sebelumnya, BPS melaporkan pemilu bisa dilihat dari salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yakni Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga (PK-LNPRT) selama masa kampanye Pemilu 2019.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved