Di Ende-NTT, Mahasiswa Unflor Diminta Jangan Hanya Tidur di Kos

Kepala Kantor Kemahasiswaan Universitas Flores, Stefanus N Tupen, Spd, Msi meminta kepada mahasiswa

Di Ende-NTT, Mahasiswa Unflor Diminta Jangan Hanya Tidur di Kos
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
PELATIHAN/BEM Uniflor Ende Menggelar Pelatihan Ormawa. 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE—Kepala Kantor Kemahasiswaan Universitas Flores, Stefanus N Tupen, Spd, Msi meminta kepada mahasiswa Universitas Flores agar jangan hanya menghabiskan waktu hanya sekedar kuliah dan tidur di kos namun harus aktif untuk berorganisasi baik yang ada di kampus maupun yang ada diluar kampus.

Kepala Kantor Kemahasiswaan Universitas Flores, Stefanus N Tupen, Spd, Msi mengatakan hal itu pada pelatihan manajemen Ormawa Universitas Flores yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Flores, Ende, Sabtu (18/5/2019) di Kampus Uniflor Ende.

Stefanus mengatakan,  pihaknya menyadari bahwa sebagai mahasiswa tujuan utamanya adalah berkuliah namun demikian bukan berarti semua waktu harus dihabiskan untuk kuliah. Oleh karena itu dia menyarankan kepada mahasiswa agar mengikuti organisasi baik yang ada di kampus maupun diluar kampus.

Hari Senin, 20 Mei 2019 Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Rotiklot, Belu-NTT

“Selama ini kalau orang berkuliah paling lama dia di kampus 4 hingga 5 jam dan selebihnya dihabiskan di kos dan untuk mengisi waktu yang sisa tersebut maka sebaiknya seorang mahasiswa masuk dalam organisasi,”ujarnya.

Dengan masuk dalam organisasi maka seorang mahasiswa akan dilatih untuk hidup berorganisasi juga tanggungjawab serta administrasi maupun kepemimpinan.

“Tentu akan terlihat beda antara seorang mahasiswa yang selama berkuliah mengikuti organisasi dan yang tidak. Itu akan terlihat jelas ketika yang bersangkutan masuk dalam dunia kerja,”kata Stefanus.

KONI NTT Gelar Rapat Anggota Bahas Pra PON 2019 dan PON 2020

Stefanus mengatakan pihaknya tidak bermaksud menyudutkan mahasiswa yang lebih banyak menghabiskan waktu di kos namun terkadang mereka yang bersikap demikian terkadang terjerumus pada tindakan yang mengarah pada hal-hal negatif seperti pergaulan bebas dan tindakan negatif lainnya.

“Kalau waktu lebih banyak di kos maka bukan tidak mungkin ada teman-teman yang datang bermain dalam waktu yang lama maka bukan tidak mungkin saat itu bisa saja terjadi tindakan negatif lain halnya mereka yang sibuk dengan organisasi maka lebih banyak waktunya dihabiskan untuk organisasi juga kuliah sehingga kecil kemungkinan terjadi aksi-aksi negatif di kos,”ujarnya.

Stefanus mengatakan meskipun pihaknya mengajak kepada para mahasiswa untuk beroganisasi namun itu bukan berarti harus mengabaikan kuliah karena terkadang ada mahasiswa yang lebih sibuk berorganisasi sehingga lupa menyelesaikan kuliah tepat waktu.

Gasak Permata Hitam Persipura Jayapura, Ini Komentar Pelatih Persib Bandung Robert Albert:

“Prinsipnya ada keseimbangan antara kuliah dan hidup berorganisasi sehingga tidak ada yang dirugikan,”ujarnya.

Saat ini banyak organisasi mahasiswa yang bisa diikuti oleh para mahasiswa baik yang ada didalam kampus maupun diluar. Untuk yang ada diluar kampus misalnya ada PMKRI juga GMKI atau HMI serta GMNI. Semua organisasi tersebut bisa diikuti mahasiswa sesuai dengan latar belakang dari mahasiswa itu sendiri.

Dia mencontohkan bahwa ada mahasiswa dari Unflor yang berhasil ketika masuk dalam organisasi yakni Angelo Wake Kako yang kini terpilih menjadi anggota DPD RI. Selama berkuliah yang bersangkutan menjadi anggota juga Ketua PMKRI Cabang Ende bahkan hingga Ketua PMKRI Pusat.

Pembentukan didalam organisasi membuat yang bersangkutan menjadi pribadi yang matang ketika masuk dalam dunia kerja,ujarnya. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved