Besok, Senin 20 Mei 2019 Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Rotiklot di Belu-NTT

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meresmikan Bendungan Rotiklot yang terletak di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu

Besok, Senin 20 Mei 2019 Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Rotiklot di Belu-NTT
POS-KUPANG.COM/ Teni Jenahas
Bendungan Rotiklot di Belu-NTT 

Daya tampung total bendungan ini sebesar 3,30 juta m3, luas genangan 29,91 hektare, tampungan efektif 2,33 juta m3. Bendungan ini bertipe pelimpahan samping dengan lebar pelimpahan 12 meter, panjang saluran 255,59 meter, tinggi bendungan 42, 50 meter, lebar puncak 10 meter, panjang puncak 415,82 meter.

Potensi Tinggi Gelombang di Tiga Perairan di wilayah Sumba Ini Mencapai 2.0 Meter

Pembangunan Bendungan Rotiklot dikerjakan PT Nindya Karya (Persero) dan PT Universal Suryaprima (KSO) dengan konsultan supervisi PT Indra Karya (Persero), PT Patria Jasa Nusaprakarsa dan PT Agra Pasca Rencana KSO.

Sumber dana APBN tahun anggaran 2015-2018 dengan nilai kontrak konstruksi Rp 496.970.000.000 (496,9 M) selama 1.110 hari kelender. 

Mengutip Kompas.com, sebelumnya saat kampanye kemarn,  Jokowi menyebutkan tujuh nama bendungan yang dibangun di Provinsi NTT.

Jokowi menyebut nama bendungan itu dalam kampanye di hadapan puluhan ribu warga NTT yang memadati Lapangan Sitarda Lasiana, Kota Kupang, Senin (8/4/2019) siang.

 Menurut Jokowi, Provinsi NTT merupakan daerah prioritas pembangunan bendungan yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

"Provinsi yang lain, paling hanya dapat satu atau paling banyak dua bendungan, sedangkan di NTT dibangun tujuh bendungan," ucap Jokowi, yang disambut teriakan pendukung.

Tujuh bendungan itu, lanjut Jokowi, ialah Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Rotiklot di Kabupaten Belu, Napung Gete di Kabupaten Sikka, Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Manikin di Kabupaten Kupang, Lambo di Kabupaten Nagekeo, dan Kolhua di Kota Kupang.

Jokowi mengatakan, air merupakan kunci pertumbuhan ekonomi di NTT sehingga perlu dibangun banyak bendungan.

Air, kata Jokowi, dapat digunakan warga untuk bercocok tanam, baik tanaman pertanian maupun perkebunan.

Halaman
1234
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved