Tokoh Agama di Ende Tolak People Power

Para Tokoh Agama di Kabupaten Ende Semuanya Sepakat tolak people power

Tokoh Agama di Ende Tolak People Power
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Ketua MUI Kabupaten Ende, Haji Jusuf M. Kaka Jodho 

Para Tokoh Agama di Kabupaten Ende Semuanya Sepakat tolak people power

POS-KUPANG.COM | ENDE - Tokoh-tokoh agama di Ende menyatakan menolak adanya people power dan untuk itu mereka mengajak seluruh masyarakat di daerah itu untuk tidak mengikuti kegiatan people power karena tidak sesuai dengan konstitusi kebangsaan Indonesia.

Hal ini dikemukan sejumlah tokoh agama di Kabupaten Ende seperti Pastor Paroki Persiapan Puurere, Benediktus Nuwa,CMF dan Pendeta Yohana Sriharini dari Gereja Pentekosta Ende dan Drs H Mansur Do selaku Ketua PHBI Kabupaten Ende.

Begini Reaksi Sandiaga Saat Marzuki Alie Sebut Lebih Cocok Jadi Presiden Daripada Wakil Presiden

Dalam keterangan persnya di Ende ketiga tokoh agama di Ende, Sabtu (18/5/2019) ketiganya menyatakan menolak adanya people power.

Ketua PHBI Kabupaten Ende, Haji Mansur Do mengatakan pihaknya mengajak dan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mendukung people power karena tidak sesuai dengan kaidah agama serta nilai-nilai luhur Pancasila.

Angka Kemenangan di Bali Tertinggi di Indonesia, Ini Kata Capres Jokowi

Sementara pendeta Yohana Sriharini selaku gembala Gereja Pentekosta Ende menghimbau kepada seluruh umat menolak people power serta bersama-sama untuk menjaga ketertibaan dan kenyamanan sebagai orang-orang yang taat akan konstitusi.

Pastor Paroki Persiapan Puurere, Benediktus Nuwa,CMF mengatakan sebagai tokoh agama pihaknya menghimbau kepada umat senantiasa cintai bangsa dan negara serta memperjungakan demokarasi yang benar dengan menolak people power dan apabila ada hal yang tidak sesuai hendaknya menggunakan jalur hukum sesuai dengan konstitusi yang ada di negara Indonesia.

Pater Benediktus mengajak kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa mencintai Pancasila dan NKRI dengan menolak adanya People Power.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ende menyatakan menolak adanya People Power pada 22 Mei 2019 karena hal itu merupakan tindakan inkonstitusional.

Hal tersebut dikatakan Ketua MUI Kabupaten Ende, Haji Jusuf M. Kaka Jodho mengatakan hal itu di Ende, Sabtu (18/5/2019) di Ende.

Pihaknya juga menolak rencana aksi People Power pada tanggal 22 Mei 2019 karena merupakan tindakan inskonstitusional.

"Mari kita jaga nilai-nilai persatuan dan persauraan serta kerukunan antar dan interen umat beragama di Kabupaten Ende untuk negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved