Jelang Penetapan Hasil Pemilu, Dua Kapal Angkatan Laut Australia Berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok

Dua kapal tersebut adalah HMAS Canberra dan HMAS New Castle. Keduanya membawa serta sejumlah Angkatan Laut Australia

Jelang Penetapan Hasil Pemilu, Dua Kapal Angkatan Laut Australia Berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok
Priok Kompas Images
Dua Kapal Angkatan Laut Australia Berlabuh di Pelabuhan Tanjung 

Jelang Penetapan Hasil Pemilu, Dua Kapal Angkatan Laut Australia Berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Dua kapal Angkatan Laut Australia berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (18/5/2019).

Meski kehadiran militer asing di Jakarta tersebut jelang pelaksanaan Pengumuman Penetapan Hasil Pemilu 2019 tanggal 22 Mei mendatang, namun tujuan kapal perang tersebut adalah untuk berlatih bersama dalam berbagai hal terkait keamanan maritim, khususnya soal penanggulangan ancaman penyelundupan

Dua kapal tersebut adalah HMAS Canberra dan HMAS New Castle. Keduanya membawa serta sejumlah Angkatan Laut Australia yang tiba di Indonesia untuk mempererat kerjasama kedua negara, dan mendukung keamanan wilayah terutama di wilayah Laut Cina Selatan.

Aksi Teroris Saat Penetapan Hasil Pemilu di Kantor KPU. Bukan Hanya Gagalkan Pemilu, Lebih Dari itu

Moeldoko Ancam, Ngomong Sembarangan, Tangkap

Bule Cantik Polly Alexandria Meninggalkan Nur Khamid. Begini Curhatnya

Luar Biasa, Pria Ini Selamat Usai Bergulat dengan Buaya yang Menerkamnya, Simak Ceritanya

"Kita (Angkatan Laut Australia dan Indonesia) adalah dari sekian banyak angkatan laut yang terkuat di wilayah ini. Maka kita berlatih bersama dalam berbagai hal terkait keamanan maritim, khususnya soal penanggulangan ancaman penyelundupan," ujar Kepala Staf Angkatan Laut Australia Laksamana Madya Michael Noonan.

Michael menambahkan hubungan baik antara Angkatan Laut Australia dan Indonesia sudah berjalan sejak lama. Menurutnya penting untuk saling bertukar wawasan terutama di dalam kapal HMAS Canberra.

"Kami mampir kesini dalam program Indo-Pacific Endeavour 2019 dengan pengerahan empat kapal selama 3 bulan ke 7 negara dengan misi keamanan, saling pengertian, dan perdamaian. Kita juga saling bertukar pikiran, terutama di dalam kapal HMAS Canverra," tambahnya.*

Sebelum berlabuh ke Indonesia, Angkatan Laut Australia melakukan perjalanan ke Vietnam dan Singapura. Dalam perjalanan itu dua anggota TNI Angkatan Laut berkesempatan untuk ikut dalam kapal HMAS Canberra.

Keduanya adalah Perwira Senjata Bawah Air KRI RE Martadinata Letnan Satu Virnando Nevi dan kepala Departement Operasi KAL Alkura Letnan Satu Sandy Pradhina.

"Selama delapan hari perjalanan, saya rasa ada cukup banyak perbedaan antara Angkatan Laut Australia dengan Angkatan Laut Indonesia. Pola kedinasan di Angkatan Laut Australia tidak terlalu straight, artinya tidak melakukan sikap hormat setiap waktu saat bertemu dengan atasannya," cerita Virnando.

Halaman
12
Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved