Bantuan Rp 50 Juta dari Bank NTT Tak Bisa Ditarik, Ini Harapan Keluarga Rony Bia

Uang Bantuan Rp 50 Juta dari Bank NTT Tak Bisa Ditarik, Ini Harapan Keluarga Rony Bia

Bantuan Rp 50 Juta dari Bank NTT Tak Bisa Ditarik, Ini Harapan Keluarga Rony Bia
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Maria Tefa bersama anaknya, Rony Bia sedang bermain bersama cucunya, Febrina Fallo Asbanu 

Uang Bantuan Rp 50 Juta dari Bank NTT Tak Bisa Ditarik, Ini Harapan Keluarga Rony Bia

POS-KUPANG.COM | SOE - Bantuan Rp 50 juta dari Bank NTT untuk Rony Bia, wanita penyandang disabilitas (tuli dan bisu) ternyata tak bisa ditarik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Rony Bia sekeluarga.

Pasalnya, petugas dari Bank NTT hanya memperbolehkan uang tersebut digunakan untuk biaya pendidikan anak Rony Bia, Febrina Fallo Asbanu ke depan.

Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 Ternyata Tukang Parkir, Gabung ISIS dan Miliki Buku Merakit Bom

Padahal, Rony yang saat ini tinggal bersama anaknya, Febrina dan ibunya, Maria Tefa sangat mengharapkan uang tersebut bisa digunakan untuk biaya sehari-hari dan biaya membangun rumah.

Namun petugas Bank NTT berkeras uang tersebut hanya bisa digunakan untuk pendidikan Febrina.

Ibu kandung Rony, Maria Tefa kepada POS- KUPANG.COM, Sabtu (18/9/2019) melalui sambungan telepon menceritakan, beberapa hari lalu, petugas Bank NTT datang untuk mengantarkan buku tabungan Bank NTT dengan saldo Rp 50 Juta.

Kepala SDN Lanaus Senang Dapat Bantuan dari Aksi Peduli NTT dan SRCK

Saat itu, dirinya meminta agar bisa menarik sebagian uang tersebut untuk membangun rumah. Pasalnya saat itu, Maria bersama anak dan cucunya tinggal di MCK umum.

Oleh sebab itu, dirinya sangat ingin membangun rumah sederhana sebagai tempat bernaung bersama anak dan cucunya.

"Petugas Bank NTT datang antar buku rekening. Jadi saya minta untuk tarik sebagian tetapi petugas Bank NTT bersih keras tidak bisa tarik dengan alasan uang itu untuk biaya pendidikan cucu saya kedepan. Padahal saya rindu bisa bangun rumah saya sendiri," ungkap Maria dengan nada pasrah.

Menurut keterangan petugas Bank NTT, lanjut Maria, ia sekeluarga hanya bisa menikmati bunga bulanan dari bantuan senilai Rp 50 Juta tersebut. Padahal, bunga dari tabung tersebut hanya senilai sekitar Rp 230.000 per bulan.

Uang tersebut dinilai Maria tak cukup membiayai kebutuhan keluarganya sebulan. Oleh sebab itu, untuk bertahan hidup Maria sekeluarga tetap mengharapkan uluran bantuan dari sesama yang kasihan dengan kondisi keluarganya.

"Pak, saya punya kaki kerdil jadi tidak bisa jalan. Setiap hari di rumah. Anak saya Rony Bia distabilitas ( tuli dan bisu) saat ini anaknya juga masih bayi. Tidak ada yang bisa kami kerjakan saat ini untuk mendapatkan sedikit pemasukan. Kami hanya berharap dari belas kasih orang yang datang lihat keadaan kami. Kalau hanya berharap dari uang bunga tabungan dari Bank NTT tidak cukup pak," keluh Maria.

Diberitakan sebelumnya, Rony Bia (24) wanita penyandang distabilitas (tuli dan bisu) warga Desa Oinlasi, Kecamatan Amanatun Selatan yang juga menjadi korban pemerkosaan mendapatkan santunan dari Bank NTT senilai 50 Juta.

Bantuan ini diberikan untuk membantu Rony dalam membiayai kebutuhan sehari-hari termaksud kebutuhan sang anak. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved