VIDEO: Koordinator TPDI NTT Ungkap Dugaan Korupsi Pada 3 Mega Proyek di NTT, Seperti Apa?

VIDEO: Koordinator TPDI NTT Ungkap Dugaan Korupsi Pada 3 Mega Proyek di NTT, Seperti Apa?

VIDEO: Koordinator TPDI NTT Ungkap Dugaan Korupsi Pada 3 Mega Proyek di NTT, Seperti Apa?

POS-KUPANG.COM -  VIDEO: Koordinator TPDI NTT Ungkap Dugaan Korupsi Pada 3 Mega Proyek di NTT, Seperti Apa?

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Wilayah NTT (TPDI), Meridian Dewanta Dado, SH Minta Kejati NTT Lakukan Hal Ini Terkait 3 Mega Proyek di NTT karena dia memiliki catatan penting untuk 3 mega proyek di Provinsi NTT. 

Dado menduga ketiga mega proyek yang saat ini sedang dalam proses pengusutan oleh pihak Kejati NTT itu beraroma korupsi.

Ketiga proyek dimaksud yaitu pertama, proyek pembangunan Gedung NTT Fair TA 2018 di Lasiana - Kota Kupang senilai Rp 31,13 miliar yang dikerjakan oleh PT Cipta Eka Puri,

Kedua, proyek pembangunan Monumen Pancasila Tahun Anggaran 2018 di Desa Nitneo - Kabupaten Kupang senilai Rp 32 miliar yang dikerjakan PT. Erom dan

Ketiga, proyek pembangunan gedung IGD RSUD WZ Johannes Tahun Anggaran 2018 sebesar 38,9 miliyar lebih yang dikerjakan oleh PT. Gentayo Surabaya.

VIDEO: Julie Laiskodat Perlakukan Setiap Peserta Rapat Pesparani 2020 Seperti Ini, Luar Biasa

VIDEO: Lagi, Keluarga Poro Duka Demo ke Kantor DPRD Sumba Barat, Ini Tuntutan Keluarga

VIDEO: Pemda Nagekeo akan Adakan Festival Literasi Nagekeo Tahun 2019

"Untuk Proyek Pembangunan Gedung NTT Fair di Lasiana - Kota Kupang yang dananya bersumber dari APBD Provinsi NTT saat ini sudah dalam proses penyidikan oleh pihak Kejati NTT menuju pada penetapan tersangka-tersangkanya, sedangkan Proyek Pembangunan Monumen Pancasila di Desa Nitneo - Kabupaten Kupang yang dananya juga bersumber dari APBD Provinsi NTT masih dalam tahapan penyelidikan oleh pihak Kejati NTT," kata Dado, Advokad Peradi ini.

Sementara untuk Proyek Pembangunan Gedung IGD RSUD WZ Johannes, demikian Dado, juga sedang dilakukan proses pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) oleh Kejati NTT.

"Ketiga mega proyek yang berjalan semasa kepemimpinan Gubernur Frans Leburaya itu sama-sama terlaksana tidak sesuai target waktu yang ditentukan alias menjadi proyek mangkrak dan berdasarkan temuan pihak auditor ternyata terdapat kelebihan pembayaran pekerjaan atau rata-rata dana proyek sudah dicairkan sebanyak 100 persen namun perkembangan fisik proyek tidak sebanding dengan dana yang sudah dicairkan ke pihak rekanan," kata Dado melalui WA nya kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (17/6/2019) siang.

Halaman
12
Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved