Lurah Penfui Sudah Beri Peringatan Masyarakat Jangan Jual di Pinggir Jalan

Lurah Penfui Kota Kupang, Fransisko Dugis menegaskan ia sudah memberikan peringatan kepada para pedagang agar tidak berjualan di pinggir jalan.

Lurah Penfui Sudah Beri Peringatan Masyarakat Jangan Jual di Pinggir Jalan
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Frasisko Dugis Lurah Penfui Kota Kupang, di Kantor DPRD Kota Kupang, Jumat (17/5/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Lurah Penfui Kota Kupang, Fransisko Dugis menegaskan ia sudah memberikan peringatan kepada para pedagang agar tidak berjualan di pinggir jalan.

Hal itu, disampaikan Fransisko menanggapi masih maraknya para pedagang yang berjualan di pinggir jalan umum depan pasar Penfui.

"Saya sudah koordinasi dengan PD Pasar dan saya sudah tegur mereka dan bahkan mereka sudah buat pernyataan tapi tetap saja, mereka jualan di pinggir jalan," ungkap Fransisko kepada POS-KUPANG.COM, di Kantor DPRD Kota Kupang, Jumat (17/5/2019).

Fransisko mengaku, dirinya kesal, lantaran ada los pasar yang masih kosong dan luas namun tidak dipakai oleh pedagang. "Kata mereka (pedagang) kalau jual di dalam pasar tidak ada pembeli," ungkapnya.

Presiden Joko Widodo Direncanakan Meresmikan Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu-NTT

Namun menurutnya, dengan alasan apapun para pedagang tidak boleh jualan di pinggir jalan. "Ini soal kenyamanan dan keamanan kita bersama. Di jalan depan pasar Penfui sekarang jadi macet. Jadi pedagang harus diatur," ungkapnya.

Frasisko mengatakan dirinya bahkan turun langsung bersama pemuda gereja untuk membersihkan los pasar, dengan harapan para pedagang bisa pindah ke berjualan di lapak-lapak yang sudah disediakan.

Andre Koreh: KONI NTT Tidak Pernah Cuci Tangan Dalam Kasus Forki NTT

"Mereka (pedagang) tidak peduli. Saya seringkali sidak. Namun sekarang mereka cerdas, kalau jam dinas mereka tidak jaualan, tapi sudah selesai jam dinas yakni pada sore hari, mereka akan bermunculan dan juga pada hari-hari libur," ungkapnya.

Terkait los pasar yang tidak digunakan, Fransisko mengakui bahwa dulu sempat dijadikan warga untuk berjudi, namun saat ini, kata dia, tidak ada lagi aktivitas sambung ayam di sana.

"Yah soal-soal ini kami sudah komunikasikan dengan PD Pasar dan dalam Pansus di DPRD Kota Kupang juga saya sudah sampaikan. Intinya kita butuh respon dari pemerintah seperti apa kebijakan terkait para pedagang yang berjualan di pinggir jalan," ungkapnya. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved