Fakum Selama Lima Tahun, Ketua DPC Demokrat TTU Kembali Jadi Anggota DPRD. Begini Kisahnya

Dengan perolehan suara akumulasi partai sebanyak itu, mengantarkan Yohanes kembali merasakan kursi DPRD Kabupaten TTU

Fakum Selama Lima Tahun, Ketua DPC Demokrat TTU Kembali Jadi Anggota DPRD. Begini Kisahnya
POS KUPANG/THOMAS MBENU NULANGI
Yohanes Salem, Ketua DPC Partai Demokrat TTU. 

Fakum Selama Lima Tahun, Ketua DPC Demokrat TTU Kembali Jadi Anggota DPRD. Begini Kisahnya

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Yohanes Salem, Ketua DPC Partai Demokrat TTU terpilih kembali menjadi salah satu anggota DPRD Kabupaten TTU periode 2019-2024, setelah pada periode sebelumnya 2014-2019 tidak terpilih menjadi wakil rakyat.

Pada pelaksanaan pilihan umum (pemilu) tanggal 17 April 2019 lalu, Yohanes yang maju melalui daerah pemilihan TTU IV itu memperoleh suara pribadi dan suara akumulasi partai yang sangat signifikan.

Yohanes mendapat kursi kelima dari enam kursi yang diperebutkan di dapil TTU IV itu. Pada saat itu, Yohanes memperoleh suara pribadi sebanyak 1.288, dengan perolehan akumulasi suara partai sebanyak 1880 suara.

Dengan perolehan suara akumulasi partai sebanyak itu, mengantarkan Yohanes kembali merasakan kursi DPRD Kabupaten TTU setelah lima tahun meninggal lembaga tersebut.

Rumah Raditya Dika Berhantu Ini Cerita Kejadian Horor sejak Anaknya Lahir

Kasus Money Politic di Mabar, Tersangka dan Barang Bukti Diserahkan ke Kejaksaan

Saat ditemui Pos Kupang di kediamannya, Kamis (16/5/2019) malam, Yohanes menuturkan, dirinya terpilih pada pemilu 2009 karena pada saat itu situasi politik di TTU sangat cair, sehingga semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi wakil rakyat.

Setelah terpilih menjadi seorang wakil rakyat, dirinya berusaha untuk menunjukan warna yang berbeda dengan betul-betul menjalankan tugas dan fungsi DPR. Alhasil, ia sering mengkritisi setiap kebijakan yang diambil pemerintah.

Namun karena kinerja kerja di legislatif cukup diperhitungkan penguasa, maka ketika bertarung lagi untuk periode kedua pada 2014 dengan situasi politik yang sudah berubah, sehingga dirinya kalah tipis dengan calon lain untuk memperebutkan kursi terakhir.

"Ada tekanan, ada intervensi dari penguasa saat itu yang sungguh sangat luar biasa, sehingga saat itu saya hanya kurang 42 suara untuk mendapatkan kursi terakhir. Saya berbesar hati pada saat itu bahwa ini ada konsekuensi politik yang harus kita hadapi," jelasnya.

Meski gagal menjadi wakil rakyat, dengan kapasitasnya sebagai ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten TTU, ia melakukan pembenahan struktur partai. Pembenahan itu dilakukan mulai dari tingkat anak cabang sampai ke tingkat ranting.

Halaman
12
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved