Di Pasar Penfui, Kota Kupang Masyarakat Jualan Hingga ke Bibir Jalan

pedagang sayuran, rempah-rempah dan buah menjual dagangan mereka hingga ke bibir jalan umum. Aktivitas jual beli di pinggir jalan tersebut menyebabka

Di Pasar Penfui, Kota Kupang Masyarakat Jualan Hingga ke Bibir Jalan
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Aktivitas jual beli di jalan depan pasar Penfui Kota Kupang, Jumat (17/5/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Para pedagang sayuran, rempah-rempah dan buah menjual dagangan mereka hingga ke bibir jalan umum. Aktivitas jual beli di pinggir jalan tersebut menyebabkan kemacetan.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Jumat (17/5/2019) sore, para pedagang menggelar dagangan mereka di atas meja dan ada pula yang di atas bentangan karung.

Mereka sibuk melayani pembeli yang berdatangan. Selain pedagang sayur, ada pula pedagang ayam pedaging di seberang jalan. Ayam-ayam itu disimpan dalam kurungan.

Presiden Joko Widodo Direncanakan Meresmikan Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu-NTT

Salah seorang pedagang yang tak mau namanya disebutkan, mengatakan, mereka memilih menjual di pinggir jalan agar dagangan mereka cepat laku terjual.

"Kalau kami jual di dalam pasar, pembeli tidak datang, jadi kami jual di pinggir jalan. Yang jelas kami tidak mau rugi, duduk berjam-jam tapi tidak ada pembeli," ungkapnya dengan nada kesal.

Ia mengaku, bahwa pihak Kelurahan sudah menegur agar mereka tidak boleh lagi menjual di pinggir jalan. Namun, supaya dagangannya cepat laku ia tetap jualan di pinggir jalan.

Andre Koreh: KONI NTT Tidak Pernah Cuci Tangan Dalam Kasus Forki NTT

Disaksikan POS-KUPANG.COM, los pasar yang panjangnya kurang lebih 50 meter sepi. Tidak ada siapapun di sana. Menurut keterangan warga setempat los pasar yang kosong tersebut sesekali dijadikan arena judi ayam.

"Itu biasa dipakai untuk berjudi sambung ayam, saya tidak tau apakah sekarang orang masih menggunakan untuk sambung ayam. Memang saya dengar ada peringatan dari pihak Kelurahan, tetapi sejauh yang saya tau dari informasi yang beredar kadang masih dipakai," ungkap salah seorang warga.

Salah seorang pembeli, Tina Sulastri mengatakan, dirinya tidak pernah masuk ke area pasar. "Yah kebetulan kita lihat ada dipinggir jalan, ya sudah beli di sini saja. Saya tidak tau apakah di dalam ada orang jualan atau tidak," ungkapnya. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved