Di Matim, Ada Fenomena Alam Tanah Turun dan Longsor dari Bukit di Kali Wae Togong

Kejadian bencana alam di Necak, Desa Compang Necak, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) sungguh menghebohkan warga.

Di Matim, Ada Fenomena Alam Tanah Turun dan Longsor dari Bukit di Kali Wae Togong
POS-KUPANG.COM/ Aris Ninu
Kades Compang Necak menunjuk lokasi bencana tanah longsor di Necak yang membuat Kali Togong jadi danau. 

Di Matim, Ada Fenomena Alam Tanah Turun dan Longsor dari Bukit di Kali Wae Togong

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | BORONG- Kejadian bencana alam di Necak, Desa Compang Necak, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) sungguh menghebohkan warga.

Bencana yang menimpa Necak berupa tanah turun di lokasi perbukitan yang dibangun jalan lalu longsor dari bukit menuju ke Kali Togong, Desa Compang Necak kini sudah membuat kali menjadi danau.

Fenomena bencana alam di Necak ini membuat Tim Pemkab Matim yang melibatkan Dinas PUPR, BPBD dan Kominfo Matim turun ke lokasi guna melakukan survey.

Panik, Ibu Aneke Tinggalkan Motor saat Terbakar

Tim Pemkab Matim akan melaporkan fenomena alam ini kepada Pemerintah Pusat di Jakarta guna dilakukan kajian sesuai ilmu.

Kades Compang Necak, Wensislaus Rahaman kepada POS-KUPANG.COM di Necak saat menerima Tim Pemkab Matim, Jumat (17/5/2019) siang menjelaskan, fenomena tanah turun di Necak terjadi ruas jalan yang dibangun menggunakan dana PIP dan dana desa.

"Tanah turun di Necak terjadi bersamaan dengan adanya longsor yang membuat Kali Togong berubah menjadi danau. Kami kaget dan terkejut dengan kejadian ini. Maka itu, kami minta pemerintah bisa melakukan survey kenapa ini bisa terjadi," kata Rahaman.

Telkomsel Bentuk TMI, Anak Perusahaan Dukung Investasi dan Kemitraan Strategis dengan Startup

Ia mengatakan, Kali Togong yang mengalir ke Mbawe, Kecamatan Lamba Leda memang sempat tertutup tanah lalu air tidak bisa mengalir.

Namun belakangan ini, kata Rahaman air sudah mulai surut karena terkikis air yang cukup besar.

"Waktu pertama airnya cukup besar di Kali Togong dan membentuk danau besar. Warga bahkan jadikan obyek wisata untuk mandi tapi sekarang mulai surut airnya. Tetapi kami minta perlu ada survey dan kajian kenapa ada fenomena tanah turun dan longsor seperti ini di Necak," papar Rahaman.

POS-KUPANG.COM, Jumat (17/5/2019) siang sampai ke lokasi tanah turun dan longsor yang mengakibat adanya danau di Kali Togong.

Uang Rp 300 Juta Milik Roy Kiyoshi Dibawa Kabur, Pelakunya Orang dekat, Ini Kata Ibunda

Warga yang ditemui POS-KUPANG.COM sempat heran karena bencana tanah turun dan longsor hingga membuat kali jadi danau tidak ada hujan.

"Tidak ada hujan waktu masa tiba-tiba tanah turun dan longsor. Kalau ada hujan kita pasti bisa pastikan karena tanahnya longsor tapi tidak ada hujan tiba-tiba ada keeping ini," kata Rahaman.(*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved