Padma Indonesia Tawarkan Solusi Atasi PMI Ilegal asal NTT

Pihak Padma Indonesia Tawarkan Solusi Atasi Pekerja Migran Indonesia Ilegal asal Provinsi NTT

Padma Indonesia Tawarkan Solusi Atasi PMI Ilegal asal NTT
ISTIMEWA
Direktur Padma Indonesia, Gabriel Sola 

Pihak Padma Indonesia Tawarkan Solusi Atasi Pekerja Migran Indonesia Ilegal asal Provinsi NTT

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Semakin tinggi pengiriman peti mati Pekerja Migran Indonesia ( PMI) non prosedural asal NTT meninggal di luar negeri, Lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia menawarkan lima solusi mengatasi calon PMI yang mau bekerja di luar negri.

Hari Kamis (16/5/2019), NTT kembali menerima peti jenazah PMI ke-44. PMI asal Desa Babuluk, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Benediktus Manek, meninggal tanpa sebab jelas di Serawak,Malaysia.

Manajemen Pastikan PSN Ngada Tak Ikut ETMC 2019

Direktur Padma Indonesia, Gabriel Goa, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (16/5/2019) menyatakan soluasi pertama, calon PMI asal NTT mengikuti jalur resmi keberangkatan yang diatur dalam UU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UU PMI). Selain Pergub NTT agar mengikuti pelatihan lewat Balai Latihan Kerja luar negeri dan mengurus resmi dokumen dan jaminan kerja melaluiLayanan Terpadu Satu Atap (LTSA) serta melalui embarkasi NTT.

Gabriel Sola mendesak pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTT mengoptimalkan LTSA yang sudah dibangun. LTSA di Tambolaka untuk melayani calon PMI asal Sumba. LTSA di Kupang melayani calon PMI dari Timor, Sabu Raijua, Rote Ndao dan Semau. LTSA di Maumere melayani calon PMI daril Flores, Palue, Solor, Adonara, Lembata dan Alor.

BREAKING NEWS: Bendahara Dinas Penanaman Modal Lembata Mengaku Makan Uang Rp 127 Juta

Solusi lainya, saran Gabriel Sola, pemprov dan pemkab/pemkot di NTT menjalin kerjasama dengan swasta profesional untuk membangun BLK standar internasional berdekatan dengan LTSA di Tambolaka, Kupang.dan Maumere.

"Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Human Trafficking mulai di provinsi, kabupaten/kota hingga ke desa-desa se NTT harus dioptimalkan perannya," karta Gabriel Sola.

Ia meminta pemprov dan pemkab/pemkot bekerjasama dengan lembaga agama dan LSM yang bergerak dalam pelayanan PMI mendata PMI non prosedural asal NTT di luar negeri. Menyiapkan calon PMI yang mau bekerja di luar negeri dengan ketrampilan, bahasa asing sesuai negara dituju, pengenalan kultur dan hukum di negara yang dituju serta menyiapkan mereka menjadi duta pariwisata NTT. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved