Pemilu 2019

Odorikus Butuh Waktu 10 Tahun Jadi Anggota DPRD Nagekeo

Caleg terpilih Odorikus Goa Owa berjuang 10 tahun Jadi Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo

Odorikus Butuh Waktu 10 Tahun Jadi Anggota DPRD Nagekeo
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Caleg DPRD Nagekeo dari Partai PKB yang lolos menjadi anggota DPRD Nagekeo periode 2019-2024, Odorikus Goa Owa (35). 

Caleg terpilih Odorikus Goa Owa berjuang 10 tahun Jadi Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo

POS-KUPANG.COM | MBAY - Odorikus Goa Owa (35) merupakan satu diantara Caleg DPRD di Nagekeo yang mendapatkan kursi di DPRD Nagekeo periode 2019-2024.

Odorikus yang merupakan Caleg DPRD dari Partai PKB nomor urut 1 itu meraih 666 suara dan total suara dari PKB Dapil 3 Boawae 2.342 suara. Odorikus menjadi anggota DPRD yang baru di Nagekeo periode 2019-2024.

Kristin Chandra Watiyono, Jadi Dewan Berkat Kerja Keras Tim Sukses

Perjuangan Odorikus rupanya cukup lama. Sejak tahun 2014 lalu dirinya sudah terjun kedunia politik dan menjadi Caleg dari Partai dan Dapil yang sama, namun gagal kalah itu.

Tak patah semangat dan terus berkonsolidasi, Odorikus bertekad maju lagi pada periode 2019-2024, alhasil dirinya lolos.

Polres Belu Bagi Takjil Buat Warga Kota Atambua

Perjuangannya untuk menduduki kursi empuk di DPRD Nagekeo tak semudah membalik telapak tangan, ada begitu banyak tantangan. Namun dirinya tetap berjuang untuk meyakinkan masyarakat.

Odorikus menjelaskan, dirinya memiliki modal sosial yang kuat yaitu membangun hubungan sosial dengan masyarakat tanpa memandang.

"Saya membangun hubungan yang baik dengan masyarakat dan menggali masalah, isu-isu dan kebutuhan yang berkembang ditengah masyarakat," ujar Odorikus, ketika dihubungi POS KUPANG.COM, Kamis (16/5/2019).

Ia menjelaskan dirinya juga menyakinkan masyarakat dengan
memberi pikiran-pikirian konstruktif dan praktis; sehingga masyarakat menilai bahwa layak dimata mereka untuk dipercayakan menjadi wakil rakyat.

Ia menyebutkan biaya selama kampanye kurang lebih 20 juta dan semuanya berjalan dengan aman dan lancar berkat dukungan semua pihak.

Pria kelahiran Dhereisa, 3 Februari 1984 itu mengaku dirinya sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan masyarakat Boawae mendukung dirinya menjadi wakil rakyat.

"Terima kasih kepada seluruh masyarakat Boawae karena sudah menentukan pilihan untuk saya. Terima kasih kepada keluarga, Partai, simpatisan dan seluruh masyarakat Boawae," ujarnya.

Ia bercerita, sebelum terjun kedunia politik dan maju menjadi Caleg dirinya bekerja sebagai pendamping desa. Dari sanalah dirinya belajar banyak hal tentang kebutuhan masyarakat.

"Saya sebelumnya menjadi pendamping desa pemberdayaan. Tahun 2016 di Kecamatan Nangaroro, tahun 2017 di Kecamatan Keotengah dan tahun 2018 Kecamatan Boawae.
Sejak penetapan 22 Septermber 2018 saya l undur diri dari Pendamping Desa," ujar mantan ketua Persedium PMKRI Cabang Kupang periode 2010/2011 ini. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved