KadesTuke Akui Lalai Dalam Pengelolaan Dana Desa

Ketua TPK Elias Nome mengucurkan air matanya saat menjalani pemeriksaan oleh jaksa penyidik Kejaksaan Negeri TTS.

KadesTuke Akui Lalai Dalam Pengelolaan Dana Desa
POS KUPANG/DION KOTA
Suasana pemeriksaan tersangka kasus korupsi dana Desa Hoi 

KadesTuke Akui Lalai Dalam Pengelolaan Dana Desa

POS-KUPANG.COM|SOE-- Kepala Desa Hoi, Kecamatan Oenino, Edinius Tuke yang sudah menyandang status tersangka dan ditahan di Rutan Soe mengakui kesalahannya dalam pengelolaan dana desa tahun 2016 yang berujung kasus hukum.

Ia mengaku lalai dalam pengelolaan dana desa sehingga menyebabkan kerugian negara mencapai 157 juta.

"Saya akui saya salah, saya lalai dalam pengelolaan dana desa sehingga menyebabkan kerugian negara," ujar Tuke di Kejaksaan Negeri TTS.

Ketua TPK Elias Nome mengucurkan air matanya saat menjalani pemeriksaan oleh jaksa penyidik Kejaksaan Negeri TTS.

Ia mengaku, tidak menikmati uang pembangunan Paud dan Posyandu yang dialokasikan dari dana desa tahun 2016 tersebut.

Setelah suplaier kabur dengan membawa uang sisa pembangunan Paud dan Posyandu, ia mengaku, menjual sebagian hartanya untuk melanjutkan pekerjaannya tersebut.

Tidak Disiplin Dalam Bekerja, Delapan ASN di TTU Diberi Sangsi oleh Bupati Raymundus

Ternyata Rokok Bukan Salah Satu Penyebab Pemicu Kanker Paru-Paru, Yuk Simak!

Hatinya bertambah sedih mengingat dua orang anaknya yang masih kecil yang harus ditinggalkannnya sendiri di rumah lantaran sang istri sudah lama meninggalkan dirinya.

" Ini semua karena suplaier bangun lari bawa uang dan kasih tinggal pekerjaan kami jadi susah begini. Saya ingat anak-anak saya di rumah," ujarnya sambil berderai air mata.

Untuk diketahui, Kejaksaan Negeri TTS, Rabu (15/5/2019) sore kembali melakukan penahanan terhadap dua tersangka kasus korupsi pembangunan gedung PAUD dan Posyandu Desa Hoi senilai Rp 212.963.000, tahun anggaran 2016 silam.

Ketua TPK, Elias Nome dan Bendahara Hoi, Yustus Mnao yang sudah menyandang status tersangka ditahan jaksa penyidik di Rutan Soe.

Peringatan Dini Hari Ini! Potensi Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Perairan NTT Bagian Barat

Potensi Tinggi Gelombang di Empat Perairan di wilayah Sumba Ini Mencapai 2.0 Meter, Simak!

Sebelumnya Jaksa sudah lebih dahulu menahan kepala desa Hoi, Edinius Tuke.

Sebelum ditahan, Elias dan Yustus lebih dahulu menjalani pemeriksaan secara terpisah oleh jaksa penyidik.

Usai menjalani pemeriksaan hampir 5 jam, kedua tersangka menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Soe sebelum digiring ke Rutan Soe dengan menggunakan mobil tahanan milik Kejaksaan Negeri TTS. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved