Di Kabupaten Lembata, NTT- SPENSA Nubatukan Kotor Sekali

Halaman sekolah itu sepertinya tidak pernah disapu. Padahal anak sekolahnya banyak, lebih dari 700 orang. Guru-guru dan pegawai juga penjaga sekolah

Di Kabupaten Lembata, NTT- SPENSA Nubatukan Kotor Sekali
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
SPENSA NUBATUKAN -- Salah satu sisi SMP Negeri 1 (SPENSA) Nubatukan di Lewoleba-Lembata. Gambar diabadikan, Selasa (14/5/2019). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Halaman sekolah SMP Negeri 1 (SPENSA) Nubatukan di Lewoleba, Kabupaten Lembata, dinilai paling kotor di kota itu.

Halaman sekolah itu sepertinya tidak pernah disapu. Padahal anak sekolahnya banyak, lebih dari 700 orang. Guru-guru dan pegawai juga penjaga sekolah.

"Saya tidak mengerti mengapa pada lingkungan sekolah itu, kebersihannya tidak diperhatikan sama sekali. Padahal anak sekolahnya banyak, guru dan pegawai juga penjaga sekolahnya ada. Saya marah sekali melihat keadaan itu," ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Lembata, Mikhael Bala, Selasa (14/5/2019).

Kepada Pos Kupang.Com di ruang kerjanya, dia mengatakan, kondisi sekolah yang kotor tersebut ia saksikan saat mengunjungi sekolah itu baru-baru ini. Kunjungannya ke sekolah itu dalam rangka membuka kegiatan yang dihadiri para guru dari sejumlah sekolah di daerah itu.

Skuad Juara Bertahan Persija Jakarta dan Arema FC Batu Sandung Persib Bandung Raih Juara

Dikatakannya, SMP Negeri 1 Nubatukan merupakan sekolah rujukan. Dalam predikat seperti itu, seluruh komponen harus menjaganya dengan baik. Salah satunya, adalah mengedepankan kebersihan lingkungan.

Kebersihan itu, katanya, tidak semata di lingkungan sekolah, tetapi juga di dalam kelas. Dan, yang terlihat di sekolah itu, bukan hanya halaman sekolahnya yang kotor tetapi wajah ruang kelasnya pun sama. Di dalam ruang kelas ada banyak coretan, sehingga tidak elok dipandang mata.

Intip YUK, 4 Sponsor Persija Jakarta di Tampilan Liga 1 Musim 2019

"Saya sudah minta Kepala Bidang (Kabid) SMP untuk turun dan lihat sekolah itu. Saya juga tanya kepada pengawas, apakah dalam kunjungan ke sekolah, kalian lihat kondisi lingkungan sekolah yang kotor itu? Ini hal kecil tapi jangan diabaikan," ujar Mikhael.

Menurut dia, sebagai sekolah rujukan, hal yang remeh temeh itu tak boleh disepelehkan. Sebab kesan pertama yang didapat seseorang saat tiba di sekolah itu, adalah wajah lingkungan sekolah. "Kalau lingkungan kotor, orang bisa berasumsi macam-macam," ujarnya.

Persib Bandung Outbond, Ini Teriakan Rene Mihelic dalam Bahasa Indonesia

Tentang salah satu unit bangunan yang kondisinya tidak layak untuk digunakan, Dia mengatakan, bangunan tersebut rencananya akan segera diperbaiki atau dibangun baru. "Bangunan itu memang rencananya akan dibangun baru," ujarnya.

Disaksikan Pos Kupang.Com, bangunan itu tak terawat. Kaca-kaca jendela hampir semuanya sudah pecah. Sementara di halaman luarnya, rerumlutan tumbuh tinggi. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved