Berita Tamu Kita

Yasinta Rinjani Bria: Motivasi Anak Gemar Membaca

Dia adalah Yasinta Rinjani Bria, A.Pi, M.Si, seorang ASN juga sebagai Koordinator dan Pendiri Taman Baca Masyarakat Sahabat Joe.

Yasinta Rinjani Bria: Motivasi Anak Gemar Membaca
Teni Jenahas
Yasinta Rinjani Bria, A.Pi, M.Si (1)

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Setiap warga negara memiliki niat yang sama dan dengan caranya masing-masing untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Namun, tidak banyak orang yang rela dan tulus hati melakukan terobosan untuk memberikan pelayanan secara suka rela kepada orang lain. Seperti yang dilakukan tokoh perempuan yang satu ini.

Dia adalah Yasinta Rinjani Bria, A.Pi, M.Si, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) juga sebagai Koordinator dan Pendiri Taman Baca Masyarakat Sahabat Joe di Kabupaten Belu, Provinsi NTT.

Kasus Pria Ancam Penggal Kepala Jokowi - Polisi Buru Wanita Penyebar Video Viral Asal Sukabumi

Ia membuka taman baca lalu membina dan mendidik anak-anak tanpa imbalan jasa. Semua yang dia lakukan merupakan misi kemanusian.

Seperti apa kiprahnya dalam membangun Taman Baca Masyarakat. Ikuti wawancara Wartawan Pos Kupang, Teny Jenahas, dengan Yasantia Rinjani Bria, A.Pi, M.Si, Kamis (9/5/2019).

Apa yang memotivasi Anda membuka Taman Baca Masyarakat (TBM)?
Terima kasih. Saya membuka Taman Baca bermula dari hobi membaca. Hal lain yang menginspirasi saya, pertama mengenang anak saya Joe yang telah meninggal dunia. Ceritanya panjang. Selama 10 tahun, kami menantikan sang buah hati. Dan harapan itu terjawab ketika anak saya yang pertama lahir. Sayangnya, dia hanya hidup lima hari bersama kami, lulu Tuhan menggambil kembalinya.
Saya tidak tahu, kalau orang lain ngidam makanan tetapi saya ngidamnya buku. Jadi di atas tempat tidur penuh dengan buku-buku. Saya katakan waktu itu, setelah melahirkan saya akan membuka kembali taman baca. Tetapi kenyataannya, setelah lahir, dia meninggal.
Saya terjatuh tetapi saya bangkit lagi, dan menemukan cara bagimana bisa mengenang dia. Saya membuka Taman Baca Masyarakat kategori anak-anak dan remaja.
Selain terinspirasi dari kisah pengalaman pribadi, saya juga termotivasi dengan melihat kondisi anak-anak sekitar. Saya tidak pernah melihat lagi anak-anak membaca buku. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain.
Saya bandingkan dengan angkatan saya dan teman-teman dulu, kami biasa menukar buku untuk membaca.
Dari situ, saya berpikir untuk membuka taman baca dan mengumpulkan anak-anak. Memang sejak muda saya pecinta anak-anak.

Pemuda Ini Ditangkap Saat Hendak Nikah di KUA, Kasusnya Hamili ABG. Akad Nikah Tetap Berlangsung loh

Sejak kapan Taman Baca Masyarakat dibuka?
Saya membuka taman baca ini tahun 2000 ketika saya masih masih bujang. Saya menyediakan buku-buku untuk dipinjam anak-anak SD sampai SMA.
Ketika berangkat kuliah S2 tahun 2003, taman baca macet dan vakum cukup lama. Sepulang kuliah saya melanjutkan kembali niat itu dan saya tetapkan tanggal 13 Mei 2017 sebagai hari bentuknya taman baca yang diberi nama Taman Baca Masyarakat Sahabat Joe.
Awal membuka taman baca, saya memanfaatkan teras rumah sebagai tempat bagi anak-anak untuk membaca. Selain membaca, mereka bisa bermain di halaman rumah saya yang cukup luas. Saya siapkan buku-buku pribadi yang saya beli selama kuliah. Saya juga pinjam buku dari perpustakaan.

Apa tujuan Anda membuka Taman Baca Masyarakat?
Saya membuka taman baca untuk menghimpun, membina dan mendidik anak-anak serta menumbuhkan minat baca mereka. Saya ingin menumbuhkan budaya membaca dalam diri mereka.
Selain membaca, saya melatih mereka menyanyi, menari, berpidato dan menjadi MC. Kebetulan saya, senang menjadi MC.

Berapa biaya saat membuka taman baca ini?
Saya tidak hitung secara terperinci. Terus terang, saya buka taman baca ini dengan modal sendiri. Modalnya fasilitas yang ada di rumah dan buku-buku yang saya miliki. Selain buku ada juga majalah. Anak-anak selain membaca juga bermain di tamam belakang rumah.

Renungan Harian Katolik Senin 13 Mei 2019 Agar Mereka Hidup Berkelimpahan

Halaman
1234
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved